Wako Payakumbuh Tidak Punya Saham Disana

Payakumbuh. Newshanter.com. Adanya rencana rencana Polda Sumbar memanggil para kepala daerah terkait pengusutan Hotel Balairung Jakarta. Walikota Payakumbuh Riza Falepi menegaskan, bahwa Pemko Payakumbuh tidak terlibat dalam investasi di Hotel Balairung yang dikelola dalam bentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

“Siapa bilang semua kepala daerah? Jangan asal ngomong. Pakai data dong. Dulu memang Pemko Payakumbuh ditawarkan, tetapi saya menolak tawaran itu. Kami tidak mau karena tidak punya uang yang cukup untuk beli saham. Jadi, Payakumbuh tidak punya saham di sana,” ucapnya kepada wartawan  haluan.

Sebelumnya, terkait pengusutan laporan dugaan praktik korupsi tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno telah menyangkal kemungkinan terjadinya praktik korupsi dalam pengelolaan hotel milik Pemprov Sumbar yang dikelola oleh BUMD PT Balairung Citrajaya Sumbar tersebut

Ia menilai, minimnya kontribusi hotel yang terhadap pemasukan daerah, tidak dapat menjadi pijakan untuk memberi cap bahwa hotel tersebut memiliki manajemen yang buruk.

“Terkait dugaan itu, saya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Saya tidak akan mengintervensi. Namun, kita harus menelaah dulu, inti persoalannya itu di mana. Memang, selama ini Hotel Balairung hampir tidak memberikan deviden untuk kas daerah. Akan tetapi, bukan berarti kita bisa bilang kalau hotel itu merugi,” ujarnya, usai menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kamis (3/1/2019) lalu.

Secara keuangan, kata Irwan, Hotel Balairung memang tampak merugi. Namun secara bisnis, Hotel Balairung justru dalam keadaan untung. Hal itu dapat terlihat dari tingkat okupansinya yang terbilang tinggi, yakni selalu di atas 60 persen dari total kamar yang tersedia.

“Nah, jadi kenapa secara keuangan kelihatannya merugi? Pertama, Gedung Balairung yang sekarang menjadi hotel itu, saat awal dibangun tahun 2007 dimaksudkan untuk menjadi gedung kantor dengan investasi besar. Seperti halnya kalau kita bangun rumah sendiri, dibangun sebagus mungkin. Dindingnya tinggi, temboknya tebal, lantainya tebal, dan sebagainya. Ternyata pada 2009, lewat Perda, diubah menjadi hotel,” kata Irwan. (hln)

 

Pos terkait