
MEKAH.Newshanter.COm– Korban tewas dalam tragedi di Mina bertambah lagi. Berdasarkan twit yang dikirimkan oleh Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi, jumlah korban tewas menjadi 717 tewas. Sementara korban luka bertambah menjadi 805 orang. Jemaah Indonesia diduga tewas dua orang.
Tragedi ini bermula dari rasa panik yang melanda sejumlah jemaah haji. Berdasarkan keterangan otoritas setempat seperti dikutip The Guardian, kepanikan tersebut muncul saat seorang jamaah haji terjatuh dari jembatan saat berdesakan di jembatan yang menghubungkan tenda jamaah dengan lokasi lempar jumrah.
Brigadir Mansour al-Turki dari Pasukan Keamanan Saudi Umum menduga kejadian itu menjadi pemicu kepanikan massa.
“Dimulai dari sebagian kecil massa jatuh, mereka mulai menginjak-injak, diikuti dengan rasa panik dan upaya untuk melarikan diri dari kerumunan, yang mengarah ke peningkatan jumlah korban,” kata Mansour.
Lokasi tersebut merupakan area dua jalur menuju Mina di mana pilar batu tempat melempar jumrah terletak.
“Kami berusaha untuk mencegah kejadian tersebut berulang, namun nyatanya ini semua kehendak Tuhan,” ujar Menteri Haji Arab Saudi Iyad Madani said dilansir dari Daily Pakistan.
Mina, terutama terowongan Mina adalah tempat yang patut diwaspadai selama musim haji. Tidak sekali ini saja kecelakaan, musibah, tragedi terjadi di sini.
Tragedi terbesar Terowongan Mina terjadi pada 2 Juli 1990. Dilaporkan 1.426 jemaah haji meninggal selama karena berdesak-desakan dan terinjak dalam terowongan Al Maaisim. Terowongan itu menghubungkan Mekkah ke Mina dan Arafat. Peristiwa ini dikenal dengan tragedi terowongan Mina.
Dua WNI Korban
Sementara itu Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mendapatkan informasi ada dua warga negara Indonesia yang diduga jadi korban dalam tragedi saling injak jemaah Haji di Mina, Arab Saudi, pada Kamis (24/09/2015). Namun, Retno mengatakan masih harus mengkonfirmasi kabar ini.
Pihak Kementerian Luar Negeri belum bisa mengkonfirmasi dua orang tersebut merupakan korban meninggal atau korban luka.”Kami memperoleh informasi ada 2 WNI yg menjadi korban. Ini masih kami konfirmasi terlebih dahulu,” ujar Retno seperti dikutip dari CNN Indonesia TV.
Untuk dugaan awal, Retno mengungkapkan bahwa kedua WNI tersebut terpisah dari rombongan. Indikasi bahwa dua WNI tersebut memang benar menjadi korban berasal dari gelang yang menjadi tanda pengenal.”Indikasi dua jemaah haji ini dilihat dari tanda pengenal berupa gelang yang dipakai korban,” kata Retno.
Cari Korban WNI
Sedangkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon diundang Kerajaan Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah hajimengatakan ,sedang mencoba berkomunikasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, demi mencari tahu dan mengkonfirmasi jemaah haji Indonesia yang menjadi korban tragedi di Mina.
Rombongan Setya Novanto ,mengunjungan ke beberapa rumah sakit untuk mencari tahu kebenaran informasi yang mengatakan bahwa ada warga negara Indonesia yang menjadi korban kecelakaan tersebut.
“Kami percayakan penanganan korban insiden Mina ke pemerintah Arab Saudi. Untuk jemaah haji asal Indonesia, kami percayakan petugas KJRI dan Duta Besar Indonesia serta Petugas Kementerian Agama,” ucap Setya Novanto, Kamis (24/9).
Wakil Ketua DPR Fadli Zon bersama rombongan DPR sedang berada di dekat lokasi kecelakaan yang merenggut lebih dari 700 jiwa di Mina. Ia turut mengatakan rombongan DPR tidak dapat memasuki lokasi kecelakaan karena pihak otoritas setempat menutup akses ke sana.(CNNI/NHO)





