Kita Butuh Sampai 120 Kolam Retensi, Ini Disampaikan Kepala Dinas Dan Kabid SDA-IL PUPR Kota Palembang

Palembang, newshanter.com  – Kendatipun masalah banjir merupakan persoalan yang cukup lama teratasi, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dimana untuk kali ini, dari Dinas PUPR kota Palembang menggelar sosialisasi terkait masalah banjir di Kota Palembang dengan menghadirkan sebagai narasumber yakni dari Balai Besar, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan), Dandim, Praktisi Pendidikan, pemerintah terkait hingga dilevel Rukun Tetangga.

Dimana kegiatan ini sendiri langsung dihadiri kepala Dinas PUPR kota Palembang Ir H Akhmad Bastari Yusak, Kepala Bidang Sumber Daya Alam, Irigasi dan Limbah (SDA-IL) PUPR Kota Palembang R A Marlina Sylvia, dan undangan lainnya. kegiatan ini dipusatkan di ruang rapat Parameswara Pemkot Palembang, Selasa (14/2/2023).

Dikatakan Kadis PUPR Palembang Ahmad Bastari, dimana saya menyampaikan bahwa kota Palembang sebetulnya terus berupaya mengatasi banjir, salah satunya dengan upaya membangun kolam retensi. Bahkan selama 10 tahun terakhir ini dari 12 kolam retensi menjadi 46 kolam retensi.

“Kita butuh sampai 120 kolam retensi, sementara kita masih punya 46 dengan persoalan masih asa 15 titik banjir di Kota Palembang,” ujarnya

Kemudian, dimana untuk diketahui bahwa untuk tahun ini targetnya bisa-bisa membangun 2 sampai 3 kolam retensi. Karena untuk membangun kolam retensi setidaknya butuh 1 miliar untuk satu kolam retensi. Sementara kebutuhan kolam retensi masih 74 kolam retensi untuk mencapai 120 yang dibutuhkan Kota Palembang. Artinya butuh sekitar 74 miliar.

“Saat ini, saya menyadari saat ini persoalan yang ditemukan oleh Dinas PUPR juga persoalan lahan. Untuk membangun retensi idealnya butuh luas 2 sampai 3 hektar,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, dimana semakin lebar semakin bagus, sehingga dari pihaknya menghimbau jika ada masyarakat yang peduli bisa membantu kita dengan menghibahkan lahannya untuk kolam retensi. Dimana mita sudah ada tiga lahan hibah dari masyarakat, ada dari Sako, Ilir Timur 1 dan Demang Lebar Daun.

“Selain itu, persoalan lain adalah pembongkaran tempat yang butuh penangangan persuasif ke masyarakat. Dan total 300 bangunan yang sudah dibongkar hingga saat ini,” katanya.

Masih dilanjutkannya, kemudian dari Dinas PUPR kota Palembang juga telah membentuk komunitas peduli, dan komunitas banjir. Bahkan Negara Kamboja saja, salah satu negara di Asia sampai ingin belajar tentang pelibatan masyarakat untuk penanganan banjir ini. Memang, tutupan lahan di Palembang ini terus meningkat, mulai butuh bangun kantor, rumah dan lain-lain.

“Tapi untuk kawan-kawan sudah terus bergerak, dimana tidak apa kami di kritik, tetapi kami minta tolong jangan dihujat,” imbuhnya.

Begitu juga disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Alam, Irigasi dan Limbah (SDA-IL), PUPR Kota Palembang R A Marlina Sylvia, bahwa kegiatan sosialisasi ini adalah kegiatan mendengarkan, komunikasi dua arah. Mencari solusi dan menyamakan persepsi, dan setelah ini akan membentuk Whatsapp (WA) Grup sebagai wadah komunikasi.

Sehingga jika ada banjir, ada keluhan sampaikan ke wa grup, dan dari pihak saya menghimbau agar masyarakat bersama untuk bersinergi, dan bersama untuk gotong royong.

“Apalagi jika ada warga yang ikhlas menolong dan membantu untuk menghibahkan lahan, karena memang pembebasan lahan menjadi salah satu persoalan,” bebernya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *