Kisah Tragedi Mekkah: SMS yang tak Terbalas dan Kesedihan Keluarga Almarhumah Iti Rasti

Bandung>Newshanter.com- Keheningan suasana rumah tiba-tiba berubah menjadi kepanikan. Berita soal insiden crane jatuh di Masjidil Haram, Arab Saudi, sejak Jumat kemarin malam, membuat dag dig dug jantung Arbani Sodiq (31). Dia sigap mencari kabar soal nasib kedua orang tuanya, Duskarno (67) dan Iti Rasti (56), yang tengah menunaikan ibadah haji.

“Setelah ada kejadian tersebut, saya SMS (pesan singkat) ke mamah (Iti). Saya enggak menelepon langsung karena khawatir mengganggu ibadah mamah dan papah,” ucap Arbani, salah satu anak kandung pasangan suami istri tersebut, saat ditemui di rumah duka, Jalan Nyampay No.45, RT 2 RW 10, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2015).

Di rumah orang tuanya itu, Arbani tinggal bersama istri serta adik kandungnya, Iman Nugraha (25). Rasa waswas makin berkecamuk di benak mereka lantaran dalam berita di layar televisi dan media daring dikabarkan ada jemaah asal Indonesia yang menjadi korban.

“SMS dikirim, tapi mamah enggak balas,” ujar Arbani.

Mereka terus berdoa dan berusaha tenang sambil memantau perkembangan informasi. Sabtu pagi tadi, pukul 06.00 WIB, Arbani dikejutkan dengan kedatangan dua petugas KBIH.

Salah satu anak korban, Arbani Sodiq, 31, begitu kehilangan sosok ibu yang sudah melahirkannya. Arbani mengatakan kabar duka itu diterima pada Sabtu, 12 September, pukul 06.00 WIB dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang datang langsung ke kediamannya.

“Dapat kabarnya tadi pagi. Perwakilan dari KBIH Tayibah datang ke sini (rumah). Sebelumnya saya tidak menyangka mamah jadi korban peristiwa di Mekkah. Karena saya lihat beritanya di televisi sekitar jam satu dini hari tadi,” ujar Arbani saat ditemui di kediamannya, Sabtu (12/9/2015).

Menurut Arbani, setelah melihat berita tersebut, ia penasaran mencari informasi di internet karena mendapati berita bahwa dua warga negara Indonesia meninggal. Namun, informasi yang ia dapat dari internet masih simpang siur. Lantas ia mencoba menghubungi ibu kandungnya itu.

“Pukul tiga subuh saya browsing di internet. Tapi beritanya masih simpang siur. Terus saya coba hubungi mamah di sana (Mekah), saya SMS dan terkirim, tapi enggak dibalas. Pikir saya mamah lagi menjalankan salah satu rangkaian ibadah haji,” tuturnya.

Arbani mengatakan sang ibu berangkat ke tanah suci pada 29 Agustus bersama sang ayah, Dustarno, 67. Mereka tergabung dalam rombongan KBIH Toyibah Langensari, kloter 23 embarkasi Jakarta-Bekasi.

SEmentara itu Pantauan Metrotvnews.com di kediaman korban, keluarga sudah mulai merapikan rumah dan menggelar tikar di ruang tengah. Selain itu, para tetangga dan kerabat korban mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.

Iti salah satu korban meninggal akibat insiden crane jatuh di Masjidil Haram, Arab Saudi. Iti dan suaminya berangkat ke tanah suci bersama Kloter 23/JKS pada akhir Agustus 2015 lalu. Untuk diketahui, Kloter 23/JKS ialah embarkasi Jakarta.

Iti meninggalkan tiga anak masing-masing Wiwi Widiani (35), Arbani Sodiq (31) dan Iman Nugraha (25).(DTC/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *