Padang, NewsHanter.com – Pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat dari Priyanto, SH, MH pindah menjabat Kajati Jawa Tengah dan digantikan oleh Amran, SH, MH sebagai Kajati Sumbar yang baru. Pisah sambut ini berlangsung akrab dan meriah yang dilaksanakan di Aula Kantor Kajati Sumbar, Senin (30/12/19).
Kedua kajati ini sudah dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin pada hari Jum’at (27/12/2019) lalu di Jakarta.
Sebelum acara pisah sambut Kajati Baru yang Putra Riau ini, Amran disambut meriah dengan tari Gelombang dan Tari Pasambahan yang diiringi bunyi musik talempong dan bansi, serta tiga gadis berpakaian adat minang menyerahkan sirih dicarano kepada Amran bersama istri. Kemudian Amran dan istri dipayungi payung panji warna kuning memasuki Kantor Kejati Sumbar yang berada di Jalan Raden Saleh No.6 Padang, Sumbar.
Bersamaan dengan acara tersebut, juga dilakukan lepas sambut Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sumbar dari Ny. Widiyatmi Priyanto ke Ny. Eliana Amran.
Kegiatan ini dihadiri mantan Kajati Sumbar dan Jateng Winerdy Darwis dan Nyonya, mantan Kajati Sumbar Syafril Rustam, Ketua KBPA Sumbar Syahiruddimar, budayawan Zaitul lkhlas, Wakajati Heri Jerman dan nyonya, para Asisten, Kabag TU, para Kajari se Sumbar, para Kacabjari, koordinator, para Kasi dan jaksa serta pegawai Kejati Sumbar.
“Telah banyak prestasi yang kita raih. Kurang lebih 1 tahun 7 bulan saya menjadi Kajati Sumbar. Saya ucapkan banyak terima kasih atas dukungan bapak dan ibu semua,” kata Priyanto didampingi istri, Widiyatmi Priyanto.
Priyanto mengaku, Sumbar sangat berarti bagi karirnya. Bisa mengantar dirinya menjadi Kajati Jateng.
“Seperti Pak Winerdy Darwis dahulu dari Kajati Sumbar menjadi Kajati Jawa Tengah,” kata Priyanto.
Sebelumnya, Amran yang alumni SMA Negeri 2 Pekanbaru ini, kepada Newshanter.com, dirinya akan bekerja keras untuk memberantas korupsi.
”Kita akan bekerja keras untuk bisa menciptakan agar Sumatera Barat bebas dari korupsi, penanganan korupsi kita lebih menitikberatkan pada pencegahan tapi jika memang ditemukan penyimpangan yang mengarah dan menimbulkan kerugian negara makan akan kita sikat,” ujar Amran yang juga alumni dari Universitas Riau.
Sementara Amran menyatakan kunci bekerja adalah disiplin. Pertama, saya identifikasi permasalahan terlebih dahulu baru kemudian menentukan sikap. Apalagi Kejati Sumbar sudah mendapat WBK (Wilayah Bebas Korupsi),” ujarnya kepada media ini.
Amran ayah dari dua anak ini pernah bertugas di jajaran Kejari Bengkalis di Bagan siapi-api, Jajaran Kejari Pelalawan Pangkalan Kerinci, Kepala Bagian Tata Usaha di Kejati Riau. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Kejari Tanjung Balai Karimun dan Kajari di kejari Tanjung Pinang.
Ketika ditanya media ini, apa tidak canggung dinas di Sumbar?? Dinas dimana saja bagi saya sama, Ranah Minang bagi saya tidak asing lagi sama seperti “pulang kampung”. Seluruh pelosok di Sumbar sudah pernah saya singahi, karena kalau libur saya ke Sumbar,’ pungkas penggemar sate padang ini kepada NewsHanter.com.
Ketika Amran bertugas sebagai Kejaksaan Negeri (Kajari) kota Tanjung Pinang Kepri, membongkar kasus Kasus korupsi yang menjerat Sekda Tanjung Pinang Gatot Winoto. Korupsi sisa uang untuk di pertanggungjawabkan senilai Rp1,102 miliar dari pagu anggaran Rp.5,7 miliar pada tahun anggaran 2010 untuk membiayai sembilan satuan kerja perangkat daerah Pemkot Tanjung Pinang.
Alumni Universitas Islam Riau Pekabaru ini pernah betugas di Kejati Maluku di Ambon selama dua tahun sebagai Asisten
pembina. Di Kejati Sumatera Utara (Sumut) Sebagai Asisten Pembinaan.
Kemudian dia tarik ke Ke Jagung RI sebagai Kordinator Pidum. Jaksa Agung Muda Tidak Pidana Umum. Kemudian Amran di tarik Ke Lampung sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung di Bandar Lampung. Amran juga telah menyelesaikan pendidikan ASN/PNS tertinggi PIM 1 Nasional DI LAN (2018).(Robby/Zainal Piliang)
