Home / Kota Palembang / BPJS Ketenagakerjaan Bentuk Agen Perisai

BPJS Ketenagakerjaan Bentuk Agen Perisai

Palembang,newshanter.com – Pentingnya perlindungan jaminan sosial terkait resiko bekerja pada sektor informal terus gencar disosialisasikan oleh BPJamsostek cabang Palembang kepada beberapa organisasi pekerja guna meperluas perlindungan keselamatan dan kesehatan yang di fasilitasi oleh negara.

60 persen profesi di Indonesia bekerja di sektor informal atau pekerja mandiri, namun perlindungan keselamatan dan kesehatan justru masih sangat minim pada sektor ini, seperti di kota Palembang baru 24 persen yang tercover BPJamsostek Palembang.

Oleh sebab itu Ibkar Saloma kepala cabang BPJS ketenagakerjaan Palembang mendorong terbentuknya agen agen penggerak jaminan sosial ( PERISAI) kepada serikat pekerja untuk dapat menumbuhkan kesadaran pentingnya perlindungan jaminan sosial kepada pekerja sektor informal.

Menurutnya untuk menjadi agen perisai perlu adanya kepedulian sosial dan jiwa nasionalis agar perlindungan jaminan sosial dapat juga dirasakan para pekerja di sektor informal.

Oleh sebab itu, dalam menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama pekerja jaminan sosial ketenagakerjaan di sosialisasikan kepada beberapa organisasi pekerja di Sumsel.

” Agen perisai kalau kita lihat dari penghasilan masih sangat kecil belum mempunyai nilai jual yang tinggi, hanya orang orang yang mempunyai jiwa nasionalis dan kepedulian sosial yang tinggi mau bergabung,” terang Kacab BPJamsostek Palembang Ibkar Saloma.

Hal ini dimaksudkan guna perluasan perlindungan sosial yang di berikan negara juga dapat di rasakan oleh pedagang, nelayan, petani, buruh lepas, yang notabene pekerja bukan penerima upah.

” Yang paling dasar adalah jaminan kecelakaan saat bekerja,”ungkapnya.

Menurutnya dari kepesertaan BPJS ketenagakerjaan manfaat yang di berikan berupa uang tunai dan atau pelayanan kesehatan pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja saat perjalanan dari rumah menuju tempat kerja, sampai kembali kerumahnya atau penyakit yang di sebabkan dari lingkungan tempatnya bekerja.

Serta beberapa santunan seperti ketika peserta BPJS ketenagakerjaan mengalami cacat akibat kecelakaan kerja, santunan kematian, santunan hari tua, hingga bantuan beasiswa kepada ahli waris.

“Saya berharap pekerja itu terinformasi bahwa negara melindungi, dengan sosialisasi inilah perluasan perlindungan sosial kepada informal dapat terwujud” ujarnya. (derla)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Kekurangan Guru Masih Jadi Problem, Ini Disampaikan Saat HUT PGRI Dan HGN 2021

Palembang, newshanter.com – Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini ...