PEKANBARU,Newshuanter.COm Seorang wartawan media online lokal di Pekanbaru, Zuhdi Febrianto, menjadi korban penganiayaan sejumlah oknum polisi saat meliput Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di gelanggang Olahraga Remaja (GOR) jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Riau. Diduga, dia dianiaya polisi yang tengah menjaga jalannya kongres.SAbtu (05/11/2015)
Sebelum kejadian penganiayaan, sekitar tiga orang digelandang keluar dari arena kongres oleh panitia. Setelah itu polisi mengamankan seseorang yang mengaku alumni HMI.Alumni itu meminta polisi tidak memperlakukan kasar kepada peserta Kongres HMI, namun polisi justru beradu mulut dengannya dan menggiringnya ke dalam. Pada saat terakhir itulah terjadi insiden yang membuat Zuhdi menjadi korban.
Seperrti dilansir Antara. Insiden bermula ketika korban bersama wartawan lainnya meliput sejumlah personel polisi dari Polresta Pekanbaru yang sedang mengamankan seorang pria di GOR Remaja, tempat kongres HMI berlangsung. Sebagai seorang jurnalis Zuhdi menjalankan tugasnya dengan mengikuti polisi yang menyeret orang tersebut hingga di depan pintu gerbang GOR.Kemudian Zuhdi mengambil foto adegan tersebut.
Ternyata Sejumlah personel polisi tidak senang kejadian itu diliput oleh awak media. Seorang polisi kemudian berteriak-teriak dan sambil mendorong pagar yang mengenai kepala Zuhdi.
Zuhdi mencoba membela diri sambil menunjukkan kartu persnya, namun itu tidak diindahkan polisi. Beberapa polisi justru menganiaya Zuhdi hingga terseret beberapa meter karena mendapat pukulan, tendangan, hingga sabetan rotan ke kepalanya hingga dia jatuh dan tak sadarkan diri.
Menurut keterangan sejumlah wartawan diantaranya Raja Ulil aAbab Zuhdi yang menggunakan identitas wartawan sudah berusaha menunjukkan kartu pers tersebut kepada polisi itu.
“Kami dari media bang meniru, ucapan Zuhdi. Ternyata Ucapan Zuhdi malah membuat polisi semakin beringas dan mengejarnya sehingga terjadi insiden pemukulan tersebut.”Zuhdi langsung kami bawa ke Rumah Sakit Syafira karena darahnya terus keluar dari kepala,” kata Raja.(ANT/NR)






