Pengeboran Lepas Pantai di Duga Tertutup, Keanehan Tercium di Aceh Timur

 

Aceh Timur newshanter.com – PT. Pertamina Hulu Energi NSO (PHE NSO) akan melakukan pengeboran lepas pantai di kawasan Kabupaten Aceh Timur pada juni 2018, aneh nya proyek besar ini terkesan tertutup dari publik, hal ini terungkap saat acara Sosialisasi Proyek Geophysical tingkat Panglima Laot se-Aceh Timur di Aula Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Aceh Timur, pada hari Jumat kemaren.

Bacaan Lainnya

Ketua Lembaga Kajian Strategis Pembangunan Aceh (LEMKASPA) Cabang Aceh Timur, Sanusi Madli, Mencium ada keanehan yang sedang terjadi “agak aneh kalau proyek sebesar itu tertutup dari publik, seharusnya publik sudah tau jauh jauh hari sebelum proyek itu diputuskan jadi,” ujar sanusi di Idi Rayeuk, Sabtu (3/3/2018).

setiap pengeboran yang dilakukan oleh perusahaan, diperlukan penelitian terlebih dahulu, yang selanjutnya hasil penelitian itu di sampaikan ke publik terutama para nelayan.

“Nelayan mesti tau dampak baik dan buruk atas kehadiran proyek tersebut, disini peran pemerintah menjadi penting untuk mengawasi jalan nya informasi, sehingga nelayan tidak mendapatkan informasi yang salah,” ungkap mantan sekjend GEMAR Aceh ini

Pemerintah dalam hal ini dinas perikanan dan kelautan sebagai penanggung jawab perairan aceh timur, harus lebih aktif sehingga tidak ada yang terabaikan, “dinas harus lebih aktif, jangan sampai seperti kegiatan sosialisasi kemaren, kadis nya tidak tau kalau hari ini diadakan sosialisasi, karena sudah 4 kali tertunda, seharusnya tidak boleh demikian, penanggung jawab sekaligus tuan rumah harus mengetahui setiap perkembangan,” papar sanusi

Dalam menghindari kecurigaan publik terhadap pemerintah, pemerintah harus terbuka dan menyampaikan setiap perkembangan kepada publik, apalagi menyangkut kehidupan masyarakat pesisir.

“pemerintah harus transparan, supaya publik tidak curiga, pemerintah juga perlu menyampaikan kepublik terkait dampak buruk dari pengeboran ini, jangan sampai kemudian, ketika tangkapan nelayan menurun, laut tercemar, baru gabuk,” harap sanusi.

Hasanuddin – NHO

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *