Walikota Palembang Lepas Lomba Perahu Ban Menyelusuri Sungai Sekanak

Palembang. Newshanter.com, Walikota Palembang H Harnojoyo lepas lomba perahu mengunakanban di sungai sekanak palembang. Lomba menyelusri aliran Sungai Sekanak, diadakan Pemkot Palembang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VII serta sejumlah komunitas organisiasi peduli lingkungan,Minggu 26/03/2017).

Walikota ketika membuka lomba didamping Ketua DPRD Kota Palembang H Darmawan dan Kepala BBWS Sumatera VII Jarot Widyoko. Rute yang ditempuh peserta dengan jarak 1,5 km, dimulai dari aliran anak sungai samping Gedung DPRD Sumsel hingga menuju aliran anak Sungai di kawasan samping Kantor Perumnas 26 Ilir.

Lomba yang diikuti sebanyak 20 peserta dengan raute jarak 1,5 km, dimulai dari aliran anak sungai samping Gedung DPRD Sumsel hingga menuju aliran anak Sungai di kawasan samping Kantor Perumnas 26 Ilir.Para peseta melewati kolong jembatan dengan banyaknya sampah yang mengalir, menjadi tantangan peserta untuk mencapai garis finish. Namun para peserta tetap ceria menelusuri aliran sungai yang kotor.

“Banyak sampah dan sungainya bau sekali. Tapi tetap harus kami lewati, karena sudah menjadi rutenya,” ujar pserta dari mahasiswa.lomba-susur-sungai

Kepada wartawan BBWSS VIII Jarot Widyoko, usai menyelusuri sungaui selanak mengaku sangat prihatin dengan kondisi anak sungai yang ada di Palembang sekarang ini. Karena, air sungai sudah bercampur limbah dan menimbulkan bauk yang tidak sedap.

Jarot mengatakan, walaupun kepala daerah nya rutin turun kelapangan untuk melakukan pembersihan sungai, dengan cara gotong royong. Tapi, sepertinya prilaku buruk masyarakat yang membuang limbah ke sungai belum bisa ditanggulangi.

“Sekarang masih banyak warga yang membuang limbah ke sungai. Perlu penyadaran terhadap masyarakat ini, sungai bukan tempat sampah,”katanya.

Walikota Palembang H Harnojoyo mengatakan, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kebersihan dan kemurnian air sungai.

Menurutnya, sungai tidak akan baik jika tidak dijaga. Tentu, dalam merawat dan menjaganya tidak cukup hanya dilakukan pemerintah saja. Melainkan semua pihak harus terlibat.

“Insyaallah, sungai akan kita kembalikan fungsinya seperti dahulu. Sebagai kegiatan ekonomi, sungai sebagai sarana transportasi masyarakat. Kalau sungai kita baik seperti dulu. Tentu banyak perekonomian hidup,”katanya.

Walaupun, sekarang kondisi sungai yang ada di Palembang sudah mulai bersih. Tapi, kondisi airnya tidak memungkinkan. Karena hitam pekat seperti limbah serta mengeluarkan bauk yang tidak sedap.

“Kita akan berusaha agar fungsi sungai kembali seperti dulu. Bisa di buat mandi dan lain sebagainya. Kami sudah membuat rancangan untuk merestorasi sungai. Kita akan mulai dari sungai sekanak,”katanya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Peduli Anak Sungai Musi, H Darmawan mengatakan, dahulu anak sungai di Palembang ada sekitar 304 titik. Tapi, seiring berkembangnya, jumlah anak sungai semakin merosot.

“Bayangkan. Sekarang anak sungai kita hanya tersisa 95 titik, kemana sisa 200 titik anak sungai lainnya, kuta merasa prihatin 200 titik anak sungai kita beralih fungsi,”katanya.

Ditambahkanya , akibat semakin berkurang dan beralih fungsi sungai itu, membawa dampak negatif yang begitu luas. Mulai dari banjir, perekonomian sungai mati, macet dan lain sebagainya.

“Kami apresiasi pihak yang peduli lingkungan. Terutama bagi pemuda dari 7 komunitas dan dari SDA Watch serta pihak Pemkot Palembang. Mudah-mudahan kedepan, dengan kepedulian yang tinggi dari kita semua, fungsi sungai dapat dikembalikan yang akhirnya mebuat ekonomi kita semakin baik,”pungkas Iwan Darmawan.(tommy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *