Vonis ini adalah putusan ke dua untuknya, lantaran sebelumnya juga sempat divonis super ringan yakni hanya 3 bulan penjara saja oleh Hakim PN Palembang dengan kasus penipuan serupa namun dengan modus berbeda yakni liburan tour keliling Eropa beberapa waktu silam.

Atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim diketuai Berton SH itu, Syafitri melalui kuasa hukumnya langsung menyatakan Banding dimuka persidangan, sebelum akhirnya sidang ditutup dan dinyatakan usai.

Diketahui, Syafitri yang diduga istri dari petinggi Sriwijaya Air ini didakwa JPU Rini SH MH dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Dengan ancaman maksimal kurungan 4 tahun penjara.

Dimana berdasarkan fakta-fakta yang ada dipersidangan, kasus penipuan yang dilakukan terdakwa berawal pada  2 September 2017 lalu terdakwa mengatakan kepada saksi Alfia Karnila bahwa diulang tahun ke-14, maskapai penerbangan Sriwijaya Air mengadakan paket umroh dengan potongan harga kepada calon jemaah sebesar Rp 10.000.000 untuk 1.400  orang.

Dengan begitu calon jamaah umroh yang akan menunaikan ibadah umroh selama 9 hari melalui agen perjalanan umroh yang sudah bekerja sama dengan Sriwijaya Air tersebut diwajibkan untuk menyetorkan uang sebanyak Rp 10.000.000 untuk fasilitas hotel bintang 3, Rp 15.000.000 untuk fasilitas hotel bintang 4 dan Rp 17.500.00 untuk fasilitas hotel bintang 5.

Selain itu setiap calon Jemaah juga diwajibkan untuk membayar booking seat sebesar Rp 5.000.000 dan wajib melunasi uang tersebut selama 3 bulan sebelum keberangkatan.

Mendengar penjelasan tersebut, saksi Alfia Karnila tertarik dan memberitahukan kabar tersebut kepada keluarga, teman-teman pengajian, karyawan dan beberapa orang yang saksi kenal.

Terhitung sejak 18 September 2017 sampai tanggal 9 Januari 2018, saksi Alfia Karnila telah mengumpulkan uang dari masing masing calon jemaah secara bertahap, baik itu uang untuk booking seat maupun uang pelunasan.

Untuk uang yang sudah diserahkan oleh calon jemaah umroh kepada saksi Alfia Karnila tersebut langsung saksi Alfia Karnila kirimkan kepada terdakwa dengan cara mentransfernya beberapa tahap.

Karena uang telah disetor namun para jamaah tak kunjung berangkat akhirnya para saksi berkoordinasi dengan pihak PT. Sriwijaya Air dan didapatkan penjelasan bahwa pihak Sriwijaya Air tidak pernah mengadakan program umroh bersubsidi tersebut.

Akibat tidak percaya lagi terhadap ucapan atau kata-kata terdakwa yang selalu berbohong dan sampai saat ini uang yang diserahkan para jemaah calon umroh kepada terdakwa tidak pernah dikembalikan, akhirnya saksi Alfia Karnila dan para calon jemaah umroh merasa dibohongi oleh terdakwa dan melapokan terdakwa ke Kepolisian Daerah Sumatera Selatan.

Terkait putusan ini, suami saksi korban Alfia Karnila yang turut hadir dalam persidangan mengaku kecewa terhadap putusan hakim tersebut. Menurutnya mestinya terdakwa harus dihukum seberat-beratnya mengingat kerugian yang ditimbulkan oleh terdakwa mencapai Rp 3.750.000.000.(Zam)