Tragedi Mina 2015 : 100 Polisi dikerahkan Untuk Memecah Maasa, Diduga Satu WNI Tewas

foto /alriyadh.com

Mekah.Newshanter.com, Lebih dari 100 ribu polisi dikerahkan untuk memecah massa agar tidak terjadi penumpukan di sekitar lokasi insiden desak-desakan yang menyebabkan lebih dari 310 jemaah haji tewas di Mina, Arab Saudi. Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi juga menempatkan ribuan kamera untuk memantau kondisi massa.

“Mohon agar jemaah tidak saling mendorong. Tolong meninggalkan area dari jalur keluar dan jangan kembali melalui rute yang sama,” demikian dikatakan petugas melalui pelantang suara yang dipasang di Jamarat.

Sementara itu, Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi melalui akun Twitternya juga menyatakan bahwa mereka sedang memecah-mecah massa dan mengarahkan jemaah haji ke rute alternatif.

Musibah yang menewaskan ratusan orang dan menyebabkan 450 lainnya terluka ini terjadi di Jalan 204, salah satu jalan arteri yang menghubungkan tenda jemaah haji di Mina dan Jamarat, tempat jemaah akan melakukan lempar jumrah dengan cara melemparkan batu ke tiga pilar besar yang melambangkan setan.
Seorang jemaah haji yang tidak mau menyebutkan namanya kepada Reuters mengatakan bahwa ia berharap untuk melakukan lempar jumrah pada Kamis (24/09/2015) sore waktu setempat, tapi kini terlalu takut untuk melakukannya.

“Saya sangat lelah dan setelah terjadi peristiwa ini saya tak mungkin pergi. Saya akan menanti hingga malam, dan jika belum menemukan solusi, maka saya akan melihat jika seseorang bisa mewakili saya,” katanya.

Pemerintah Arab Saudi juga telah mengirimkan 220 ambulans dan 4000 petugas penyelamat ke area insiden untuk menolong korban yang terluka.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyebutkan sebagian besar korban tewas dalam insiden Mina merupakan jemaah haji asal Mesir dan Afrika.

“Sebagian besar korban adalah jemaah dari Mesir dan Afrika,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir Kamis (24/9/2015).Menurutnya kejadian yang terjadi pada 07.00 waktu Arab Saudi ini, terjadi akibat penumpukan dan berdesak-desakkannya sejumlah jemaah.

Meski demikian, Kemenlu menyatakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah dan Kantor Usaha Ad Interim (KUAI) di Riyadh akan membantu memeriksa keberadaan korban dari jemaah haji asal Indonesia di rumah sakit Mina.

Untuk diketahui, setidaknya 310 orang tewas dalam insiden di Mina saat ritual lempar jumrah di jalan 2014.Dari 310 orang yang tewas itu diduga terdapat satu orang WNI.” Namum kini pihak Kementeri Luar Negeri tengah melacak diduga jemaah yang meninggal tersebut,” ujarnya.(BB/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *