Home / HuKrim / Tolak Pernyataan PH Tjik Maimunah, Ratna: Mau Bukti Apalagi

Tolak Pernyataan PH Tjik Maimunah, Ratna: Mau Bukti Apalagi

Palembang,newshanter.com – Ratna Juwita Nasution menjadi korban kasus dugaan pidana memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik. Menjawab keberatan Titis Rachmawati selaku PH terdakwa Tjik Maimunah, terkait penolakan terhadap saksi tambahan yang dihadirkan JPU, bahkan mengatakan JPU tidak mampu membuktikan perbuatan yang disangkakan terhadap terdakwa Tjik Maimunah.

Korban Ratna Juwita Nasution mengatakan, kurang bukti apalagi karena jelas Tjik Maimunah sudah membuat SPH diatas tanah bersertifikat.

“Karena ketauannya ada SPH diatas tanah kami yang sudah ada SHM nya, sedangkan Tjik Maimunah mengaku tinggal di tahun 60 didaerah lahan padahal tahun 2012, sudah itu jelas-jelas tanah kami, eh malah saksi dari Tjik Maimunah bernama Toni mengaku sudah membeli tanah yang sama dengan tanah saya, dimana terdakwa menjual tanah tersebut dengan surat SPH,” cetus Ratna kepada media ini Minggu (04/07/21).

Keterangan Ratna sebelumnya menuturkan, perkara tanah ini, tidak hanya sidang pidana semata namun juga sudah melalui proses sidang perdata, dimana terdakwa Tjik Maimunah menggugat korban Ratna Juwita secara Perdata di namun ditolak PN Palembang tahun 2018, serta berdampingan dengan gugatan Ratna di PTUN Palembang terhadap Tjik Maimunah dimenangkan Ratna, namun ketika Tjik Maimunah banding di PT Medan dimenangkan terdakwa Tjik Maimunah tapi pada Tingkat Makamah Agung (MA) putusan Kasasi MA menyatakan sah penerbitan sertifikat Ratna Juwita Nasution, tak puas Tjik Maimunah ajukan lagi Peninjauan Kembali (PK) akan tetapi ditolak.

Sementara saksi Rozak Bahtum, dihubungi Minggu (04/07/21) menerangkan kesaksiannya kepada media ini, mempertanyakan keanehan surat SPH Tjik Maimunah.

“Kenapa tinggal dari tahun 60 dan baru 2012 dibuatkan surat itu yang lebih aneh lagi, dan seharusnya ini yang ditanyakan terhadap Tjik Maimunah,” ungkap saksi Rozak.

Lanjut Rozak Bahtum, pak Mustofa Haribun meninggal tahun 2012, mungkin karena ini dia berani membuat surat. Karena Mustofa Haribun sangat paham tanah didaerah sini.

“Saya bilang kepada hakim, saya ini pengaduan di Polres ada, pengaduan di Polda ada, cuma keterangan tidak ditanggapi, dan saya katakan bahwa tanah bu Ratna ini satu sertifikat iduk dengan saya, bahkan ketika orang mau mengukur tanah harus melewati tanah saya, karena tanah saya itu letaknya di pojok, dan saya bilang tanah kami ini di sahkan oleh BPN, BPN ini aparat pemerintah. Tjik Maimunah mengaku tanahnya ada 24 ribu meter, yang jadi pertanyaan siapa yang mengukur dan siapa yang menyaksikan paling hanya lurah atau siapalah,” bebernya.

Untuk diketahui, agenda sidang Virtual di Pengadilan Negeri Palembang Klas IA Khusus Sumsel, Rabu (30/06/21) dihadapan Hakim Ketua Toch Simanjuntak SH MHum, JPU Kiagus Anwar SH, menghadirkan 2 saksi tambahan. yakni Rozak Bahtum dan Saksi Dedi Anak dari Mustopa Haribun.

Fakta didalam persidangan, disoal apakah saksi ada dalam BAP. Dijawab saksi Rozak “Ada tapi tidak dimasukkan sebagai saksi dipersidangan,”. Bahkan menurut saksi Rozak, laporan saksi ke polisi pun ada terhadap terdakwa Tjik Maimunah. Namun hakim menghentikan saksi agar keterangannya jangan melebar, karena menurut hakim ini hanya saksi tambahan.

Ketika ditanya JPU, apakah saksi Rozak Bahtum mengenal korban Ratna Juwita Nasution, dijawab saksi kenal dengan Ratna karena yang mengasih tau tanah ibu Ratna itu Arsalan Nasution, selain itu tanah ibu Ratna satu sertifikat induk dengan saksi. “Saya jadi saksi karena diminta ibu Ratna dan kami sama-sama mengadukan Tjik Maimunah,”terang saksi Rozak.

Selain itu saksi mengatakan bahwa dia juga membeli tanah disitu, yang di tahun 1980. “Saya membeli tanah disitu Juli 1980, saya beli secara kredit dari bapak Mustofa Haribun, Mustofa Haribun ini mendapat kuasa penuh dari Manyur bin Ibrahim, ada suratnya berhak menjual dan menerima uangnya sekaligus. jadi kuasa penuh,” paparnya pada Jaksa.

Mengenai Tjik Maimunah suratnya tahun 2012 menurut saksi Rozak, tanah miliknya tahun 80 kenapa buat sertifikat di tahun 2016. “Karena saya ini tidak ada duit, saya kan sudah pensiun ditahun 1995,”ungkap saksi.

Disamping itu saksi Rozak menuturkan bahwa dirinya mengenal terdakwa Tjik Maimunah, dari perselisihan dengan anak-anak Tjik Maimunah. “Dulu pernah teman-teman saya melalui anak-anaknya mau mengukur tanah meminjam meteran saya, namun ketika diancam orang pakai parang, anak-anak teman saya lari semua. Ketika saya akan mengambil meteran itu. Dilarang oleh anak Tjik Maimunah dan mengatakan ‘Tidak boleh ini tanah kami’, saya bilang kalian boleh mengaku tanah kalian tapi saya juga ada surat, jadi berhentilah kalau kalian mau membacok saya, nanti anak bini kamu terlantar, saya bukannya jagoan dan ingin menguasai. Lalu persoalan ini diadukan ke Koramil. Sehingga ada pertemuan di rumah Tjik Maimunah, disitulah saya kenal Tjik Maimunah, akhirnya meteran saya dikembalikan,” terang bapak yang mempunyai anak berpangkat Kombes disatuan Polisi ini.

Secara terpisah seusai persidangan, Titis Rachmawati SH, selaku Penasihat Hukum terdakwa Tjik Maimunah mengatakan, pihaknya dari awal keberatan dengan JPU yang menghadirkan saksi tambahan di luar berkas.

“Awalnya kami sudah keberatan dengan dihadirkannya saksi tambahan diluar berkas acara pemeriksaan akan tetapi dikabulkan majelis hakim kami hormati putusan tersebut,” ujar Titis usai sidang Rabu, (30/6/21).

Titis menerangkan, bahwa saksi dihadirkan tentang kepemilikan tanah akan tetapi tidak menjelaskan adanya proses pemalsuan tanah yang disangkakan pada terdakwa Tjik Maimunah. “Dari saksi pertama hingga saksi tambahan JPU tidak mampu membuktikan perbuatan yang disangkakan kepada klien kita,” ucap Titis. (Syf)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Kapolda Sumsel Terima Audiensi PWNU

Palembang,newshanter.com – Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto, M.H. menerima audiensi ...