Home / breaking / Tjik Maimunah Minta Bebas Dari Hukuman, Korban Ratna JN: Tak Masuk Akal  

Tjik Maimunah Minta Bebas Dari Hukuman, Korban Ratna JN: Tak Masuk Akal  

Palembang, newshanter.com − Menanggapi tuntutan JPU, terdakwa Tjik Maimunah dituntut hukuman 2 tahun dan 6 bulan (2,5 tahun) penjara, karena dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik, dimana Tjik Maimunah membuat SPH diatas tanah/lahan 16.900 Meter ber Sertifikat Hak Milik (SHM), milik saksi korban Ratna Juwita Nasution (RJN).

Penasihat Hukum Tjik Maimunah yakni Tities Rachmawati SH MH, dalam Nota Pledoi dibacakan melalui Eli Octavia SH, dalam beberapa point menyatakan, bahwa terdakwa Tjik Maimunah Binti M Jaelani tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan alternative pertama Pasal 266 ayat (1) KUHPidana, alternatif Ketiga Pasal 263 ayat (1) KUHPidana dan alternatif Keempat Pasal 263 ayat (2) KUHPidana.

“Membebaskan terdakwa Tjik Maimunah dari semua Dakwaan dan Tuntutan Hukum atau membebaskan dakwaan dan tuntutan hukum JPU.  Mengembalikan nama baik terdakwa Tjik Maimunah Binti M Jaelani di Masyarakat,” ungkapnya dihadapan Majelis Hakim Toch Simanjuntak SH MHum, disidang Virtual Pengadilan Negeri Palembang Klas IA Khusus Sumsel, Rabu (28/07/21).

Dihubungi melalui Via telepon, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kiagus Anwar membenarkan, sidang agenda pledoi, dibacakan Eli. “Kami akan menanggapi pledoi Penasihat Hukum terdakwa Tjik Maimunah, pada persidangan pekan depan,” singkatnya, Kamis (29/07/21).

Sementara itu, Tanggapan saksi korban yang dirugikan yakni Ratna Juwita Nasution, soal Tjik Maimunah minta bebas dalam berkas pledoi Penasihat Hukumnya Titis Rachmawati, menggatakan, dari mana pasalnya dia minta bebas kan sudah terbukti, dari saksi dia sendiri malah memberikan keterangan yang sebenarnya.

“Terdakwa tidak pernah tinggal didaerah sini, ia tinggalnya 10 Kilo Meter dari lahan ini, dia cuma datang pagi, pulang sore. Pengakuan dia tinggal disini tahun 60. Kapan dia dia tinggal disini, KTP dia pun tidak pernah disini. Kartu Keluarga (KK) dia pun tidak pernah tinggal disini. Saksi dari dia pun menerangkan terdakwa tinggalnya 10 KM dari lokasi. Datang pagi, pulang sore, melihat tanah-tanah yang dia klim. Nah bagaimana bisa dipegang omongan Tjik Maimunah itu, di tahun 60 umurnya 13 tahun mana mungkin anaknya (Fahrurozi) kelas 1 SD sudah tinggal disini. Kalau umur 13 tahun memang Tjik Maimunah Kawin umur berapa. Apakah Maimunah Kawin umur 8 tahun, hamil setahun sedangkan anaknya kelas 1 SD dan lagian itu yang paling bungsu. Waduh tidak terbayangkan bohongnya ketahuan,”ungkapnya kepada Media ini, Kamis (29/07/21).

Lanjut Ratna JN, dan dia bilang berbatasan bersebelahan dengan kuburan, sementara yang disebelah kuburan tanah pak Rahman bukan langsung kuburan. “Nah itu sudah salah, dibelakang tanah kami, dia bilang tanah anaknya almarhum Syaiful. Ternyata itu adalah Kaplingan Baksir. Nah di BPN boleh kita lihat petanya, kan sudah lihat petanya di BPN. Menurut pledoi dia selalu bilang salah letak-salah letak, jadi tidak dianggap omongan BPN, surat dari BPN dan ketegasan dari BPN, keputusan Makamah Agung, sudah tutup saja kantor BPN buka kantor Tjik Maimunah. Artinya BPN bisa tidak berguna Tjik Maimunah yang berguna. Dalam kasus ini mengalibikan Tjik Maimunah jangan terbelit dalam kasus ini,”jelasnya.

Satu lagi tambah Ratna JN, saksi yang beli dari tahun 1980, dia jadi saksi yakni Rozak Bahtum yang mengurusi tanah Rozak Bahtum itu bernama pak Ponco, pak Ponco tinggal di tahun 1960, kan sudah ditanya saksi. Bahwa tidak pernah Tjik Maimunah itu tinggal di sini.

“Jangankan saksi dari kami saksi dari Maimunah pun menerangkan Tjik Maimunah tidak tinggal disini. Sedangkan ketemu dengan pak RT kami di tahun 2021 karena mengukur tanah. karena dia mau bikin sertifikat tidak jadi, karena sudah ada sertifikat diatas tanah tersebut,”akunya.

“Itulah saya dituntutnya (Tjik Maimunah) di PTUN, di Administrasi dia kalah sampai ke MA dan Maimunah sendiri menyatakan waktu dia tahu saya menang di Kasasi MA, langsunglah di jadikan tersangka. Ini pernyataan dia sendiri. Artinya dia menyadari dong, karena saya menang di MA, lantas pernyataan tersangka, padahal itu pernyataan dia sendiri, ‘nah itulah pak hakim saya dijadikan tersangka, gara-gara bu Ratna ini memang di PTUN,’ kata Maimunah. lah yang menerbitkan surat saya itu BPN, bukan saya ini ngaku-ngaku seperti pengakuan dia,”bebernya.

Masih dijelaskan korban Ratna JN, kalau istilah dia itu anak, tampa ibu tanpa bapak, meletuslah anak itu. “Nah kalau kami punya keturunan, jadi kita ini menikah punya pasangan suami dan isteri dan punya anak, jelas, keturunan siapa. Sedangkan dia itu (Tjik Maimunah,red) Cuma datang ngaku, itu tanah saya, lantas pak Camat dan Lurah bikinkan surat Tjik Maimunah tanpa ada dokumen lain. Emang bisa ada tanah di kota yang tidak bertuan tidak masuk diakal,” cetusnya.

Menurut korban Ratna JN, dirinya tinggal didaerah lingkungan tanah itu tahun 2000 an, tidak ada namanya Tjik Maimunah tinggal didaerah itu, kenal Tjik Maimunah itu tahun 2012, karena ada pengukuran-pengukuran tanah didaerah itu, dengarnya Maimunah ini diduga Mafia tanah didaerah situ.

“Jadi bukti banyaklah LP masyarakat untuk Tjik Maimunah yang diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kiagus Anwar, ditunjukkan dihadapan Majelis Hakim, hakim bilang nanti saja, nanti saja. Tidak mungkin Tjik Maimunah ini orang bener dilaporkan orang. Sedangkan saya tidak dilaporkan orang, bahkan saya yang melaporkan Tjik Maimunah. Termasuk Rozak Bahtum punya anak berpangkat Kombes bernama Rajendra, itu saksi kunci saya, beliau membeli tahun 1980, itu pun tanahnya dirampas Tjik Maimunah, Silakan tanya ke pak Rajendra, kasus tanah bapaknya yang dirampok Tjik Maimunah,” pungkasnya. (Sya)

About Syarif Umar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Polsek Pangkalan Kuras Kembali Sosialisasi Saber Pungli Ke Pemuda

PELALAWAN, newshanter.com – Polsek Pangkalan Kuras Polres Pelalawan kembali melakukan sosialisasi Saber ...