Pangkalan Kerinci, Newshanter.com – Kepolisian Resort Pelalawan (Polres) akhirnya mengeluarkan keterangan resmi terkait dengan kecelakaan maut yang menewaskan 2 pegawai Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang akan diambil sumpah dan janji sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terjadi di Desa Terantang Manuk Kecamatan Pangkalan Kuras, Selasa (31/01/2017).
Kapolres Pelalawan, AKBP Ari Wibowo dalam keterangannya kepada Newshanter.com menjelaskan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB tepatnya di Kilometer 98 Desa Terantang Manuk Kecamatan Pangkalan Kuras. Dalam kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan, yakni Daihatsu Xenia BM 1124 CG yang dikemudikan Wahyu Suhendro (40), Truck Hino Dutro BM 8576 CU dikendarai Mulyadi (47), dan Mitsubishi Mirage BM 1983 MF yang dikendarai Edi Markor (40).
Kejadian bermula ketika mobil Daihatsu Xenia BM 1124 CG yang dikemudikan oleh Wahyu Suhendro bergerak dari arah Pangkalan Kuras menuju arah Pangkalan Kerinci. setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Daihatsu Xenia tersebut mendahului mobil Mitsubishi Mirage BM 1993 MF yang dikemudikan oleh Edi Maskor. Namun setelah mendahului, pengemudi Daihatsu Xenia hilang kendali sehingga Daihatsu Xenia tersebut berputar di jalan sebelah kanan. Pada saat bersamaan bergerak dari arah berlawanan Hino Dutro BM 8576 Cu yang dikemudikan oleh Mulyadi sehingga bagian samping sebelah kiri Daihatsu Xenia bertabrakan dengan bagian depan Truk Hino Dutro. Setelah itu truk Hino Dutro oleng ke kanan dan bertabrakan dengan Mitsubishi Mirage yang datang dari arah berlawanan yang mengakibatkan Truk Hino Dutro terbalik.
“Dari kejadian tersebut mengakibatkan pengemudi Daihatsu Xenia Wahyu Suhendro serta dua orang penumpangnya Satar dan Sri Safiah meninggal dunia, sedangkan penumpang yang bernama Faizar dan pengemudi truck Hino Dutro Mulyadi hanya mengalami luka luka,” terang Ari Wibowo.
“Untuk kerugian material diperkirakan mencapai 40 juta. Ketiga kendaraan mengalami kerusakan. Hingga kini nanggota kita masih dilapangan mengolah TKP dan evakuasi korban,” pungkasnya.(anton)





