Sumsel Defisit Listrik, Warga hingga Tempat Usaha Diminta Berhemat

ILustrasi

PALEMBANG,Newshanter.com— Warga, perkantoran, hingga tempat usaha diminta untuk menghemat penggunaan listrik selama defisit listrik melanda kawasan Sumatera Selatan serta sebagian Jambi, Bengkulu, dan Lampung. Defisit listrik ini terjadi setidaknya sepekan terakhir dan diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Oktober mendatang.

Akibat defisit listrik, hingga Kamis (1/10/2015), pemadaman bergilir masih terus terjadi. Di Palembang, Sumatera Selatan, pemadaman bergilir terjadi 3-4 jam. Sebelumnya, pemadaman dapat berlangsung hingga 10 jam dalam sehari.

Kepala Bidang Listrik Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel Marwan Saragih mengatakan, masyarakat, perkantoran, hingga dunia usaha diminta untuk menghemat pemakaian listrik sekitar 10 persen dari daya yang terpasang.

“Seluruhnya diharapkan menghemat listrik, seperti mematikan lampu atau AC yang tak terlalu diperlukan,” kata Marwan.

Menurut dia, penghematan listrik saat ini sangat penting guna mengurangi lamanya atau frekuensi pemadaman bergilir selama defisit masih terjadi. Imbauan ini rencananya akan diterbitkan dalam bentuk surat edaran dari Gubernur Sumsel. Imbauan ini sesuai Instruksi Presiden Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penghematan Energi dan Air.

Seperti sudah diberitakan, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB) mengalami defisit listrik 225-240 megawatt sejak sekitar sepekan terakhir.

Menurunnya produksi listrik ini terjadi karena menyusutnya sumber-sumber air pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sumatera pada saat bersamaan dengan sejumlah pembangkit listrik di Sumsel yang tengah dalam proses perawatan.

Kondisi ini diperparah gangguan abu dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang membuat mesin pembangkit tak berfungsi maksimal. “Performa pembangkit-pembangkit di Sumsel menurun karena gangguan abu sehingga listrik yang dihasilkan pun tak maksimal,” kata General Manager PT PLN (Persero) WS2JB Budi Pangestu.

Dengan jumlah pelanggan 2,6 juta, kekurangan daya untuk wilayah Sumsel saat ini setara dengan 76 watt per pelanggan. Artinya, jika pelanggan dapat mengurangi penggunaan listrik sebesar kekurangan itu, kebutuhan daya akan terpenuhi sehingga pemadaman bergilir dapat dikurangi.

Defisit listrik juga terjadi di Sumsel pada November 2014, salah satunya karena kerusakan PLTG Borang. Kondisi ini sempat mengakibatkan pemadaman total untuk seluruh Palembang. Pemadaman bergilir berlangsung untuk beberapa pekan di empat provinsi yang menjadi wilayah kerja WS2JB, yaitu Sumsel, Jambi, Bengkulu, dan Lampung. (KC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *