Baturaja, newshanter.com – Acara Silaturahmi Akbar Forum Komunikasi Ikatan Keluarga Besar Amrah Siti [FK -IKASI] digelar Sabtu, 18/2/2023 di kediaman St.Rogaya Subki kawasan RSS Sriwijaya Baturaja Oku berjalan sukses.
Ketua Panitia Rusman Nazir dalam laporannya, mengemukakan dari jumlah 396 Orang anggota Keluarga Besar Amrah Siti, hadir sekitar 170 orang. Peserta selain yang berdomisili di Lubuk Batang, Batumarta, Baturaja, Lahat, Palembang juga dihadiri keluarga yang berdomisili di Bengkulu, Jakarta, Lampung dan sejumlah kota lainnya.
Hadir dalam Acara Silaturahmi, penasehat FK-IKASI DR.hc. Helmi Apri.Hz , Rizal Amri Maulana serta sejumlah generasi ketiga Amrah Rehamil.
Rangkaian acara diawali pembacaan ayat Alquran oleh Hafiz Dzakira Talita Novian. Dilanjutkan dengan kultum dai M.Yudha Ramil. Serta ceramah tentang Silaturachmi dan Isra’ mikraj oleh Hj. Ustazah Ilmiyah Idrus dari Jakarta.
Dalam sambutannya Penasehat FK IKASI DR.hc. Helmi Apri. Hz, mengemukakan Keluarga Besar Amrah-Siti adalah Keluarga Pejuang. Amrah beserta istri dan tujuh putra putrinya dimasa Agresi l dan II tahun 1947-1949, tergabung dalam Pasukan Gurelia Elang Hitam dipimpin salah seorang menantu Amrah, Hammayib Sabdul. Pasukan yang beranggotakan sekitar 125 orang ini bertugas membantu TNI yang mempertahankan Kemerdekaan RI dari Belanda yang masuk kembali ke Indonesia. Selain menghimpun bantuan konsumsi dari rakyat, pasukan ini juga melakukan berbagai sabotase menghambat masuknya Belanda dari Palembang dan Lampung yang hendak masuk kabupaten Oku. Juga melakukan perlawanan terhadap penjajah Jepang yang bermarkas di Desa Lubuk Batang Baru.
“Pasukan Gerilya Elang Hitam yang dibentuk Tengku Muhammad dari Lampung itu membantu perlawanan TNI melawan penjajah pada malam hari. Sementara siang hari seluruh pasukan berkerja sebagai petani,” ujar Helmi.
Karena itu pasukan Belanda dan Jepang sulit mendeteksi siapa pimpinan Pasukan Gerilya Elang Hitam serta anggotanya.
Dikatakan Helmi, karena ada warga yang berkhianat sehingga terbukalah siapa pimpinan pasukan Gerilya ini. “Hammayib beserta Amrah dan puluhan anak buahnya ditahan penjajah di kota Baturaja dengan vonis 100 tahun. Tapi pemerintah RI membebaskan seluruh pejuang dari sejalan penjajah. Seluruh anggota pasukan dianugerahi sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan RI,” tandas Helmi.
Perjuangan melawan para penjajah yang dilakukan keluarga besar Amrah Rehamil bersama istri dan tujuh putra putrinya, H. Suhaimi, Subli, Saibi, Hj. Zainayu Hamayib, Zainuba , Maimunah dan Maisyah dimasa awal kemerdekaan dilanjutkan olah anak cucu dari 7 Rumpun Keluarga Amrah diberbagai bidang diera kemerdekaan sekarang. Terdata melalui profesi sebagai Jurnalis, TNI/Polri, PNS, ahli medis, pengusaha, petani dan lainnya berkiprah untuk NKRI.
Ketua Silaturachmi yang juga Ketua FK IKASI, Rusman Nazir mengemukakan. Acara silaturachmi diadakan semata mata memperkuat persatuan keluarga dan menyatukan sikap dalam meneruskan perjuangan kakek nenek mereka diera kemerdekaan saat ini. Dalam Keikut sertaan membangun NKRI, menjaga Pancasila dan UUD 45. Tidak ada misi terselubung,” ujar Rusman Nazir.
Nampak hadir dalam acara, wartawan Senior Sumsel H. Syahril Fauzi, Akhmad Subari SH, Armin Pani, Hj. Helma Haris yang merupakan bagian keluarga besar Amrah.
Ucapan Selamat atas berlangsungnya Silaturahmi Akbar Keluarga Besar Amrah – Siti berdatangan dari berbagai pihak. Diantaranya ucapan dari Gubernur Sumatera Selatan, H. Hermanderu,SH. Ketua KONI Sumsel H. Hendri Zainuddin,SH dan Pimpinan DPRD Oku Yudi. (red)





