Palembang – Newshanter.Com. Hari ini terjawab siapa yang menyatakan kata “memusnahkan” pada judul Berita “Palembang Akan Memusnahkan Tari Gending Sriwijaya” yang ditulis oleh salah satu media dipalembang Sangat diyakini, kata pemusnahan bukan keluar dari mulut Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Adriyaneka Aviv Bassar (eka) yang sekaligus penulis berita tersebut.
Pada bagian sambungan halaman 19, ada penyataan Eka, bahwa kata “memusnahkan” hanyalah analogi saja, (dapat diartikan permisalan, atau asumsi, atau opini). Selengkapnya, Eka menyatakan, “ada rekamannya. Tarian gending akan diganti dan akan dibuatkan tari kreasi baru bernuansa Islam (ketika ditanya apakah memang dimusnahkan) kita analogikan saja.”ujar eka
Selanjutnya, eka akan tetap memertahankan link berita itu walaupun sampai ke meja hijau. Silahkan mau somasi, mau gugat,” kata Adiyeneka dengan yakin.
Jadi, jika benar Eka menganalogikan, maka sebenarnya tidak ada kalimat dari Sudirman Teguh untuk memusnahkan Tari Gending Sriwijaya, tetapi dari Eka sendiri. Eka telah dengan sengaja membuat opini (bukan berita) Kata “memusnahkan” telah menimbulkan reaksi emosional yang luar biasa dari berbagai kalangan.
Tari Gending Sriwijaya sebagai karya luhur dari para seniman telah disamakan dengan penyakit endemik, narkoba, partai terlarang, dan para penjahat. Ya, kata memusnahkan hanya pantas untuk berbagai hal yang mengancam keberlangsungan hidup, bukan terhadap karya seni. Maka, wajar saja tulisan Eka berdampak begitu luas, bahkan hingga ke Presiden, Menteri, Gubernur Sumsel, Walikota dan berbagai kalangan masyarakat.
Tulisan Eka telah mengakibatkan kegemparan budaya, menyudutkan Pemerintah Kota Palembang seolah-olah tidak menghargai budaya Tari Gending Sriwijaya, membunuh karakter Sudirman Teguh sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang dan membuat banyak orang ikut dosa dengan menghujat, membuli, menghardik dan bahkan membenci.
Ketika dibincangi Diruang kerjanya Kepala dinas kebudayaan kota palembang sudirman teguh mengatakan beliau mendapat telpon dari mendikbud dan mendikbud sendiri Tidak percaya sepenuhnya bahkan mendukung Sepenuhnya ide atau gagasan sudirman teguh ini.
Lebih Lanjut “Sudirman Membuat steadmand bahwa beliau berani bersumpah bahwa dirinya tidak pernah berkata demikian “Cabutlah Nyawa Aku Kalau Aku Memang Benar Berkata Demikian.
Kesimpulannya, tulisan Eka ini patut diduga sebagai tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan dan fitnah.
Lalu siapakah yang berniat memusnahkan tari Gending Sriwijaya? Jawabanya tidak ada, kecuali igauan Eka yang memanggil banyak reaksi emosional.
Tari Gending Sriwijaya tidak akan musnah, kecuali bumi ini terbalik. Presiden pun tidak dapat apalagi cuma selevel Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang. (nata)





