Siswi SMP Gunung kidul Pamer ‘Gunung Kembang’ Bikin Geger

oknum pelajar SMP Gunung Kidul Jokyakata.foto Net

Jokyakarta.Newshanter.com- Dunia pendidikan Gunungkidul, DIY kembali tercoreng. Setelah sebelumnya muncul foto pelajar SMP yang berpose bugil, hal serupa kembali terjadi.Kali ini muncul foto dua orang yang diduga pelajar sebuah SMP negeri di Wonosari dan Girisubo yang beredar melalui BlackBerry Messenger (BBM).

Info yang sempat diinfokan ke Grup Facebook Netizen Report Tribun Jogja oleh akun Bang Mandor tersebut juga menjadi perhatian para netizen.Seperti akun Robert Berezoutsky yang menyampaikan keprihatinannya. “Miris den, makanya pendidikan agama sejak dini sangat penting,” tulisnya.Foto selfie tersebut mulai beredar di kalangan masyarakat sejak Rabu (7/10/2015) malam.

Dalam foto tersebut, salah seorang pelaku yang diduga berinisial TA berbugil pamer payudara.Ia duduk sambil mengacungkan dua jarinya. Pelaku hanya mengenakan handuk yang digunakan untuk menutupi rambutnya.Foto tersebut diduga dibuat di dalam sebuah kamar.

Sementara untuk bugil foto bugil yang pelakunya diduga pelajar sebuah SMP di Kecamatan Girisubo diketahui mulai beredar sejak beberapa hari yang lalu. Namun hingga kini identitas pelaku belum diketahui.Salah seorang warga Wonosari, Andre mengaku pertama kali mengetahui adanya foto pelajar bugil dari anaknya yang kebetulan bersekolah di sekolahan yang sama dengn TA.

Menurut keterangan yang diterimanya, foto itu disebarkan oleh rekan pelaku foto bugil kepada teman-temannya melalui BBM.“Katanya disebar lewat BBM. Itu foto adik kelas anak saya,” katanya saat ditemui di rumahnya, Kamis (8/10/2015).

Dia mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui apakah foto tersebut sudah tersebar di kalangan luas atau tidak.Sebab, dirinya hanya mengetahui ada foto tersebut dari informasi yang disampaikan anaknya.Saya dapatnya kemarin malam (Rabu, red), sampai sekarang tidak tahu apakah sudah menyebar ke banyak orang atau tidak,” ungkapnya.

Belum Tahu

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Wonosari, Kompol Riyanto mengaku pihaknya belum mengetahui adanya peredaran bugi foto bugil yang pelakunya diduga pelajar SMP tersebut.Namun demikian, untuk memastikan kebenarannya, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.“Kami malah belum mendapatkan informasi itu, kita akan selidiki asal mula foto bugil itu. Apakah pelakunya memang pelajar SMP atau bukan akan kita telusuri,” katanya.

Langkah yang diambil oleh kepolisian menurut Riyanto akan segera melakukan koordinasi dengan pihak sekolah yang diduga menjadi tempat bersekolah pelaku foto bugil.Selanjutnya, kepolisian akan menelusuri penyebarn foto tersebut dan melakukan pembinaan terhadap pelaku sehingga tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Kasus tersebut sendiri malah belum didengar oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Disdikpora) Gunungkidul.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan pihaknya sangat menyayangkan munculnya kembali kasus foto bugil yang pelajar.Menurutnya, pascakasus serupa yang muncul pada 2014, pihaknya sudah menekankan kepada seluruh sekolah untuk memperketat penggunaan handphone.

Pihak sekolah diminta secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap handphone-handphone para siswa serta isi tas. Hal itu merupakan upaya antisipatif untuk mencegah kasus serupa.

”Dulu setelah muncul kasus peredaran foto bugil kita langsung minta pihak sekolah untuk melakukan pemeriksaan handphone,” katanya.Dengan munculnya kasus yang sama ini, menurut Bahron, pihaknya akan meminta pihak sekolah benar-benar melaksanakan himbauan yang sudah dibuat oleh dinas.

Sementara untuk kasus peredaran foto bugil yang kembali terjadi, menurut Bahron pihaknya akan melakukan klarifikasi ke pihak sekolah serta pelajar yang diduga menjadi pelaku foto bugil.Nantinya dinas akan menelusuri apakah orang yang menjadi model dalam foto tersebut hanya menjadi korban atau sengaja menyebarkan fotonya.

“Kita akan klarifikasi kebenarannya dulu, apakah dia (pemeran foto) itu hanya menjadi korban atau pelaku penyebaran,” imbuhnya. (tribunjogja.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *