Home / Olahraga / SFC Kecewa Leg II Piala Presiden Lawan Arema Tidak Bisa Digelar di Palembang
Direktur Kompetisi SFC, Augie Bunyamin

SFC Kecewa Leg II Piala Presiden Lawan Arema Tidak Bisa Digelar di Palembang

Palembang, newshanter.com- Untuk menghadapi Arema Cronus di semifinal leg kedua Piala Presiden 2015, Manajemen Sriwijaya FC (SFC) dengan terpaksa mencari stadion alternatif selain Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), pada 11 Oktober mendatang.

Pasalnya, pihak Mahaka Sport selaku penyelenggara turnamen ini menolak laporan kondisi cuaca di Palembang dan rekomendasi penyelenggaraan leg kedua di Palembang.

Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan laporan kondisi cuaca dari BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Kenten Palembang, dan juga surat rekomendasi dari Badan Lingkungan Hidup Palembang, dan rekomendasi.

“Setelah mengirimkan surat itu, kita dikirim balasan dari pihak mahaka, dan ternyata mereka menolak rekomendasi kita untuk bermain di Palembang,” kata Faisal.

Sementara itu, Direktur Pertandingan SFC, Augie Yahya Bunyamin menjelaskan, berdasarkan harapan rakyat Sumsel dan suporter SFC,terkait leg kedua SFC di semifinal, untuk tidak menggelar leg kedua di luar Sumsel, karena pada laga kandang pertama sebelumnya para pecinta SFC hanya nonton 12 menit tanggal 27 September lalu menghadapi Bonek FC.

“Berdasarkan pantauan, aktifitas masyarakat, masih berjalan normal, tanpa hambatan berarti, walau sewaktu-waktu ada kabut asap di Palembang. Keputusan hasil rapat panitia 5 Oktober, dan panpel SFC memutuskan pertandingan leg kedua tanggal 11 Oktober tetap dilaksanakan di Stadion GSJ Palembang,” katanya.

Hanya saja pihak mahaka menolak rekomendasi ini, atas penolakan ini SFC akan mencari stadion alternatif untuk menggelar leg kedua di luar Palembang, untuk sementara ini kemungkinan besar akan digelar di Solo.

Sedangkan, Sekjen Piala Presiden, Cahyadi Wanda mengatakan, telah menerima hasil laporan manajemen SFC terkait kondisi cuaca di Palembang, salah satunya soal laporan secara lengkap hasil analisis dari BMKG Palembang.

“Kami paham betul maksud isi surat balasan SFC, yang tetap ingin bermain di Palembang. Namun dengan berberat hati, berdasarkan isi surat yang diterbitkan oleh BMKG tersebut kami berkesimpulan dan memutuskan untuk menolak permintaan SFC bermain di Palembang,” kata Cahyadi.

Keputusan ini diambil pihaknya untuk mementingkan aspek-aspek lain yang nilainya jauh lebih penting yaitu kesehatan termasuk pula risiko kesehatan pemain SFC. “Kami tidak ingin di turnamen yang kami selenggarakan, terjadi hal yang tidak diinginkan menimpa seluruh pihak,” tegasnya.

Pihaknya meminta agar keputusan ini dapat dimengerti dan berharap SFC dapat segera memutuskan stadion alternative, untuk menggantikan Jakabaring sebagai tempat berlangsungnya semi final leg kedua.

“Perlu kami ingatkan bahwa pelaksanaan ini tetap akan menjadi tanggungan dari pihak SFC selaku tuan rumah, sekali lagi ini bukan keputusan yang mudah namun harus kami ambil. Kami mohon dengan sangat pengertian dan kerjasama dari pihak SFC,” jelas Cahyadi. (detiksumsel)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Pelatihan Pelatih Muda untuk Melatih Atlet Di Usia Dini

Palembang,newshanter.com – Kegiatan Pelatihan Pelatih Usia Dini Tahun 2020 digelar di Hotel ...