Sengketa Lahan 500 Hektare di Dusun Cahaya Kenten Memanas, Tani Merdeka Turun Dampingi Warga

Banyuasin, newshanter.com — Sengketa lahan seluas ±500 hektare antara warga Dusun Cahaya Kenten, Desa Timbul Jaya, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, dengan PT Cinta Mas Bumi Subur (CBS) hingga kini belum menemui titik terang, Selasa (3/2/2026).

Lahan yang telah digarap warga sejak 1983 tersebut diklaim masuk dalam wilayah kerja PT CBS. Sementara warga menegaskan lahan itu merupakan sumber penghidupan yang telah mereka kelola secara turun-temurun.

Menanggapi konflik tersebut, Perkumpulan Tani Merdeka Kabupaten Banyuasin bersama DPW Tani Merdeka Sumatera Selatan turun langsung ke lokasi. Kehadiran ini dipimpin Ketua DPW Tani Merdeka Sumsel, Medi Amazon, S.Sos, didampingi jajaran pengurus dan tim advokasi.

“Kami akan berjuang semaksimal mungkin memperjuangkan hak warga petani. Secara fisik dan pengelolaan sudah jelas, hanya legalitas yang belum dimiliki karena masih masuk kawasan Hutan Produksi,” ujar Medi Amazon kepada wartawan.

Ia menegaskan pihaknya akan mengoordinasikan persoalan ini dengan Dinas Kehutanan daerah hingga pusat serta menyampaikannya ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Namun demikian, seluruh proses tetap akan ditempuh sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dusun Cahaya Kenten, Kemis, menyebut lahan tersebut telah dibuka dan ditanami padi sejak 1983. Ia mengungkapkan warga kerap mendapat tekanan saat hendak mengelola lahan.

“Warga sering ditakut-takuti oleh pihak yang mengatasnamakan perusahaan. Kami berharap pemerintah segera memberikan kepastian hukum atas lahan ini,” katanya.

Dukungan terhadap langkah Tani Merdeka juga disampaikan Kepala Desa Timbul Jaya, Junaidi, S.Pd, yang berharap konflik agraria tersebut dapat segera diselesaikan demi kepentingan masyarakat. (Frs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *