Seminar Kebijakan dan Permasalahan Semen Beton

Palembang,Newshanter.com – Demi meningkatkan kualitas Bangunan Berbasis Beton di indonesia  khususnya yang ada di pulau jawa dan Sumatera. Asosiasi Semen Indonesia ( ASI)  Membuka acara Seminar  bertemakan Bangunan Berbasis Beton dengan tinjauan kebijakan,Pelaksanaan dan permasalahan bangunan berbasis di Sumatera selatan.Senin (2/10) di arya duta hotel Palembang.

Gubernur Sumsel yang diwakili Asisten II Bidang Kesra Yohannes K Toruan mengharapkan Para seminar pengusaha semen  dapat memberikan pelatihan kepada para tukang-tukang pekerja bangunan,”supaya lebih profesional para tukang-tukang bangunan diberikan pelatihan mengenai apa itu semen dan pasir,dari pada demo,”ujarnya.

Ia mengungkapkan kalau di kumpulkan seluruh indonesia ini berapa banyak pekerja bangunan, seperti di negara malasya walaupun hanya membuat kolam itu jelas peruntukan bangunannya, tidak seperti di indonesia pekerja bangunannya hanya asal-asalan,” ini lah gunanya pelatihan yang saya maksud tadi supaya para pekerja bangunan dituntut untuk lebih profesional dalam bekerja sehingga hasilnya memuaskan,”ungkapnya kepada media disela-sela acara sosialisasi semen indonesia.

Sementara itu Ketua Asosiasi Semen Indonesia Widodo mengatakan Dalam semester II segi pembangunan sekarang ini pulau sumatera dan jawa jauh lebih meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, untuk daerah jawa meningkat 10 persen sedangkan untuk sumatera 6 persen,”Diharapkan untuk akhir tahun nanti tidak berkurang 5 sampai 7 “jelasnya.

“Di Sumatera kebutuhan semen menyerap 20 sampai 22 persen dari 65 juta, jadi kebutuhan semen pertahunnya sekitar 13 juta pertahunnya,”Pungkasnya.

Senada pula dikatakan Dirut Pemasaran Pt.Semen Baturaja Palembang M.Jamil sebagai pihak dari anggota asosiasi sendiri kita dari pemasaran sangat mendukung kegiatan tersebut guna untuk perkembangan pembangunan terutama di Sumsel sendiri,”untuk pasar semen sekarang baik dari pemerintah maupun asosiasi tidak ada yang diprotek  semuapun bisa masuk sehingga terjadi persaingan,”tegasnya.

Sangat terjadi persaingan yang lebih sempurna dibidang impornya jadi siapa yang kwalitasnya lebih baik, harga lebih murah dan lebih bagus maka dia yang akan beruntung, market penjualan sendiri pihaknya akan fokus di lampung dan Sumsel terutama dalam sistem logistik, pergudangan dan distributor sehingga market penjualan kami mudah-mudahan akan jauh lebih meningkat.

“kapasitas pabrik 3.8 juta ton per/tahun selama ini kita sudah masuk ke sumsel jambi dan bengkulu, untuk ekspor keluar negerinya kita akan produksi klingker,”Tutupnya.
seminar ini  memberikan kapasitas  ketrampilan yang murni bagi para pekerja,”ditutup. (Iwan)

Pos terkait