Home / Kota Palembang / Selama Pandemi Perceraian di Kota Palembang Meningkat 20 Persen Setiap Bulan

Selama Pandemi Perceraian di Kota Palembang Meningkat 20 Persen Setiap Bulan

Palembang,newshanter.com – Selama pandemi covid-19, pengajuan perceraian yang di terima pengadilan negeri agama kota Palembang terus meningkat hingga 300 pasangan dalam satu bulan.

Pengaruh covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi yang terus menerus menurun nyatanya berimbas pula pada angka perceraian di kota Palembang.

Kepala pengadilan agama kelas 1 kota Palembang Mahmud Dongoran menyampaikan angka perceraian selama Pandemi meningkat hingga 20 persen dalam setiap bulannya.

“Perbulan itu yang mengajukan berkas perceraian mencapai 250-300, ini meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelum pandemi,” katanya usai melakukan audiensi dengan Walikota Palembang Harnojoyo di Rumah Dinas Walikota, Selasa (14/9/2021).

Di akui, pengajuan perceraian lebih banyak di layangkan oleh kalangan berpenghasilan rendah yang menurut nya sangat berdampak akibat merebak pandemi di kota Palembang, seperti kehilangan pekerjaan, atau penghasilan dari usaha yang menurun.

Namun diakui juga tidak sedikit perceraian yang terjadi akibat salah satu pihak meninggalkan, serta perselisihan atau cekcok rumah tangga yang terus terjadi.

“Didominasi oleh usia 30-40 tahun, alasan dari pengajuan itu soal ekonomi, karena banyak pengangguran dan ekonomi berkurang,” katanya

Meski demikian, Mahmud Dongoran mengatakan biasanya sebelum dilakukan sidang perceraian, antara penggugat dan digugat pihaknya menyarankan untuk melakukan mediasi. Namun bila tidak di temukan titik temu maka sidang akan di lanjutkan hingga keputusan.

“Kalau di mediasi ada titik terang maka akan dibuat akte perdamaian dan tidak ada perceraian,” katanya.

Selaras dengan kepala PA kelas 1 Palembang, Harnojoyo mengakui terjadi peningkatan bila di tahun lalu total keseluruhan kurang lebih sekitar 2000 perceraian, namun saat ini baru di bulan sembilan angka perceraian di kota Palembang telah menyentuh angka 2000 perceraian.

Meski demikian, dengan situasi sekarang telah ada kelonggaran terhadap kebijakan yang berkaitan dengan penanganan covid-19 di kota Palembang, dengan itu harapan Harnojoyo roda perekonomian di kota Palembang dapat berangsur membaik.

“Sejak awal tahun sampai September ini sudah ada 2.000 kasus perceraian,” katanya. (derla)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Polsek Pangkalan Kuras Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Beberapa Teman Keramaian

PELALAWAN, newshanter.com – Polsek Pangkalan Kuras Resort Pelalawan kembali lakukan operasi yustisi ...