Palembang, newshanter.com– Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Ir H Anis Saggaff, MSCE.,IPU.,ASEAN.Eng menghadiri kegiatan pembacaan surat Yasin dan doa bersama dalam rangka Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan menyambut bulan suci ramadhan 1444 H.
Dimana dalam peringatan Isra’ Mi’raj ini pihak UNSRI mengundang Prof Yahya Zainul Ma’arif, LC., M.A.,PhD.(Buya Yahya) yang merupakan Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al Bahja. Kegiatan ini sendiri dipusatkan di Masjid Al-Ghazali Bukit Besar Palembang, Selasa (14/3/2023).
Dikatakan Prof Yahya Zainul Ma’arif, LC.,M.A.PhD.(Buya Yahya), indah dalam keindahan kita bertemu untuk baginda Nabi Muhammad SAW, karena Baginda Nabi Muhammad SAW dimana kita tadi sudah mendengarkan firman-firman Allah, lantunan Ayat-Ayat Suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan suara-suara yang indah.
Dimana yang dibacakan tadi adalah tentang Isra’ Mi’raj Nya Baginda Nabi Muhammad SAW, dan sekarang kita berbicara tentang Isra’ Mi’raj.
“Dimana tadi ada di kalimat awal yakni Subhana-Subhana, ini biasanya digunakan untuk sesuatu yang menggambarkan kedahsyatan, dan kekaguman,” ujarnya.
Kemudian, dimana memang perjalanan Baginda Nabi Muhammad SAW dimalam itu adalah perjalanan dahsyat, kagum, dan sangat luar biasa. Dimana itu yang harus kita yakini bahwa Baginda Nabi Muhammad SAW di Isra’kan.
Adapun Mi’raj Nabi Muhammad SAW disebutkan Isra’, dalam Surat Isra’ ada Isra’ Nabi Muhammad SAW yakni Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Kemudian adapun Mi’raj Nya didalam hadist sangat jelas tadi disebutkan di dalam Surat sudah dijelaskan.
“Sehingga kita sudah menjadi biasa mendengar Isra’ dan Mi’raj, yang harus kita yakini itu terjadi. Adapun perbedaan hari barangkali masalah ilmiah tentang Isra’ Mi’raj itu tidak masalah, yang jelas perbedaan itu tidak penting,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, dengan Isra’ Mi’raj menjelang bulan Suci Ramadhan begini tidak masalah, karena memang yang jelas Isra’ Mi’raj itu pernah terjadi. Dan yang dimaksud kita merayakan apa, kita menghidupkan kesadaran kita kembali, akan kisah mulia ada apa dibalik kisah itu.
Kisah yang luar biasa, kisah yang agung, dan kalau kita cermati kisah Isra’ Mi’raj itu cara memandangnya adalah bukan dari akal, tapi dari hati dulu. Jadi urusan hati, sehingga awal dan akhir yang dibicarakan adalah hati-hati, iman, hati-hati.
“Sampai Baginda Nabi Muhammad SAW sebelum diberangkatkan di Isra’ Mi’raj kan, beliau di dabla dada beliau, dibersihkan hati beliau yang sudah bersih, dan hati yang bisa tempatnya keimanan, keimanan yang kuat,” katanya.
Menurut Rektor UNSRI Prof Dr Ir H Anis Saggaff, MSCE.,IPU.,ASEAN.Eng, dimana hari ini kita mendapat barokah dari Allah SWT karena dapat bersilaturahim dengan Prof Yahya Zainul Ma’arif, LC., M.A.,PhD.(Buya Yahya) ditengah-tengah kesibukan beliau yang luar biasa.
Dimana beliau baru pulang dari Malaysia, perjalanan malam ke Jakarta, dan pagi ini beliau ke kota Palembang khusus untuk silaturahim bersama kita.
Dimana UNSRI itu unggul didalam akademik akan tetapi memiliki akhlak yang mulia. Makanya kenapa kita mengambil Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya) sebagai tauladan bagi UNSRI.
“Karena beliau adalah penceramah yang selalu mengajak kebaikan dan yang selalu di utamakannya akhlak, mencontoh Rasulullah, dan beliau tidak pernah mem bid’ah-bid’ah kan orang lain,” imbuhnya.
Masih dilanjutkannya, dimana mereka selalu menjaga ukhuwah, kita ingin generasi UNSRI ya seperti itu. Jadi mereka punya ilmu yang dipelajari di UNSRI ilmu apapun memiliki akhlak yang mulia.
Mudah-mudahan kedepan dikabulkan oleh Allah SWT, sehingga UNSRI nanti punya kekhasan, jauh-jauh orang sudah tahu bahwa itu adalah alumni UNSRI. Isra’ Mi’raj itu kan memang setiap tahun kita rayakan, dan tahun ini kita mengadakannya dekat dengan bulan Suci Ramadhan.
“Supaya kita sekaligus tadi juga baca Surah Yasin untuk seluruh pendiri UNSRI ini yang dimana mereka sudah telah berjasa, sehingga UNSRI bisa seperti ini,” bebernya.
Ditambahkannya, dimana kita doakan semua sekalian memperingati Isra’ Mi’raj, dan sekaligus menyambut bulan Suci Ramadhan, sehingga hari ini ada 3 kegiatan sekaligus.Kita semua Ulama, dan Umaroh marilah kita bersama-sama, dimana kita sudah diuji oleh Allah SWT selama 3 tahun ini.
Dimana selama 3 tahun itu betul-betul ujian yang berat, saatnya kita satukan kembali umat ini agar bersatu lagi. Bisa jadi Allah menguji itu karena kita bercerai berai selama ini, satu sama lain saling menghujat, kita nanti Ramadhan inilah awal kita kembali Istiqomah kepada Allah SWT.
“Dan saya juga mengajak anak-anak kita yang semuanya beragama Islam agar melaksanakan puasa yang sebenar-benarnya dengan kita mengharapkan ridho Allah SWT, jangan puasa hanya puasa, puasa saja, tetapi perbuatan kita tidak sama dengan apa yang kita lakukan,” jelasnya.(ton)
