Sejumlah Timbangan Ditutup di Sumsel, Sopir Senang

jembatan-timbang-di-nibung-muratara brhenti beroperasi

MURATARA -Newshanter.com- ‎Suasana di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Penimbangan Kendaraan Bermotor (PKB) Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika Sumsel di SP Nibung, Desa Lesungbatu Kecamatan Rawasulu Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), pada Kamis (05/05/2016), sepi dari aktivitas. Pintu masuk menuju areal jembatan timbang dari kedua arah ditutup dan dipalang. Di pintu masuk sebelah kanan, diberikan tanda larangan masuk, dan dipasang spanduk bertuliskan huruf besar berwarna merah, “Stop Sementara”, dalam rangka P3D penilaian evaluasi aset oleh pemerintah propinsi Sumatera Selatan.

Sementara di pintu masuk sebelah kiri, sebagian pintunya ditutup dan sebagian dibiarkan agak terbuka, untuk lalu lalang kendaraan motor. Dibagian dalam, tampak satu unit kendaraan operasional Dinas Perhubungan, parkir di jembatan timbang. Suasana dalam areal jembatan timbang tersebut tampak lengang, sepi dari aktivitas.

Bacaan Lainnya

Sripoku.com yang memantau dilokasi sekitar setengah jam, sempat melihat beberapa unit truk dengan plat luar daerah dari arah Jambi, tampak menyalakan lampu sein kanan, dan hendak memasuki areal jembatan timbang. Namun setelah sopirnya melongok kearah jembatan timbang dan melihat pintu masuk dipalang dan diberikan tanda larangan masuk, beberapa unit truk yang sebagiannya konvoi tersebut, tak jadi masuk dan meneruskan perjalanannya.

“Sudah dua hari ini memang ditutup, tidak ada kendaraan yang masuk. Coba tanya saja sama petugasnya, itu ada di mess, di belakang,” ungkap pemilik warung makan yang berada persis disebelah kiri jembatan timbang SP Nibung tersebut, sembari menunjuk lokasi mess yang jadi tempat tinggal petugas jembatan timbang.

Sripoku.com yang mencoba memasuki areal jembatan timbang dan menuju mess petugas, berhasil menemui salah seorang petugas yang mengaku bernama Basuki dan kebetulan sedang duduk didepan mess tersebut.‎ Saat Sripoku.com mencoba konfirmasi terkait penutupan jembatan timbang tersebut, ia mengatakan pimpinannya sedang berada di Palembang, dan meminta agar wawancara dengan pimpinannya saja.

“Kebetulan pimpinan sedang ke Palembang, saya tidak bisa memberikan pernyataan,” katanya.

Namun diakuinya, jembatan timbang diwilayah setempat memang sejak beberapa hari lalu ditutup. Menurutnya, itu merupakan instruksi dari atas, dan selaku petugas di jembatan timbang tersebut, hanya melaksanakan saja.

‎”Mulai ditutup sejak tanggal 3 Mei 2016. Ini instruksi, jadi kita ikuti saja,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, jembatan timbang di Jalan Lintas Sumateta (Jalinsum) Kecamatan Rawasulu Kabupaten Muratara yang berbatasan dengan Provinsi Jambi tersebut, melayani kendaraan yang melintas, baik dari arah Jambi maupun dari arah Lubuklinggau.‎ Menurutnya, dalam satu hari, jumlah kendaraan yang masuk ke jembatan timbang, sekitar 80-an unit kendaraan.
Sedangkan di Lahat Para sopir truk dan tronton kini tak lagi harus menginjak rem dan menghentikan kendaraannya saat melintas di jembatan timbang di Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.

Seakan cuek, mobil dengan berbagai muatan tersebut tampak lalu lalang.

“Dak tau pastinya sudah sejak kemarin jembatan timbangan ditutup. Katanya ada instruksi gubernur. Pastinya kita tidak terhambat lagi menempuh perjalanan. Kalau kita para sopir nurut saja,” ujar Zumhar (40) salah satu sopir, dibincangi saat melintas di kawasan jembatan timbang, Kamis (5/5/2016).

Sementara itu pantauan di lapangan lokasi jembatan timbang sepi dan tak ada aktivitas sama sekali.
Kantor dan loket tanpa penghuni. Sementara pagar pinta masuk dan keluar kendaraan tertutup dan dan dipasang spanduk bertuliskan ‘Tutup sementara’.

Penutupan jembatan tambang sendiri sejalan dengan intruksi gubernur Sumsel terhitung 3 Mei 2016 lalu.

Penutupan tersebut dilakukan salah satunya sebagai evaluasi penilaian asset oleh tim P3D (Personel Pendanaan Prasarana dan Dokumen).(SP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *