PAGARALAM -Newshanter.com- Setelah memakan waktu berapa lama, tim evakuasi yang terdiri dari Basarnas, Tagana, PBK serta Group Raffting Kota Pagaralam berhasil mengevakuasi Roy Martin (18), pendaki puncak Gunung Api Dempo (GAD) asal Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang terjatuh ke kawah gunung dempo berapa hari lalu.
Informasi yang dihimpun Sripoku.com, Selasa (29/12/2015) jalannya evakasi memakan waktu hampir 10 jam dengan menggunakan tandu dan evakuasi secara estafet.
Roy yang beritakan jatuh puluhan meter dari lereng Merapi berhasil dibawa turun ke jalur pendakian Tugu Rimau.
Kepala Basarnas Kota Pagaralam, Lettu Jeki Chan saat dikonfirmasi mengatakan mendapati kesulitan saat melakukan evakuasi.Kesulitan disebabkan jalur yang licin karena hujan.”Hal itu disebabkan, medan dan cuaca yang kurang memungkinkan sehingga dibutuhkan banyak tenaga untuk mengevakuasi korban,” ujarnya.
Pihaknya terpaksa menerjunkan tim penuh untuk mempermudah dan mempercepat proses evakuasi. Pasalnya jika tidak ditakutkan tim akan kewalahan dan kelelahan saat melakukan evakuasi karena jalur yang terjal.
“Setelah kemarin kita menerjunkan sebanyak 2 tim dan hari ini 3 tim lagi kita terjunkan, dan alhamdulillah berkat kerja keras dan bantuan relawan dan beberapa komunitas, korban berhasil di evakuasi,” jelasnya.
Dikatakan, korban kita larikan ke RSUD Besemah Kota Pagaralam untuk mendapakan penanganan sambil menunggu keluarga korban yang saat ini dalam perjalanan menuju Pagaralam,
“Jika keluarganya sudah tiba maka korban akan kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang,” katanya.Sementara pantauan dilapangan setibanya korban sempat menjadi tontonan para pengunjung Tugu Rimau.
Kepsek MAN 3 korban bukan Siswanya
Adanya salah satu rombongan pendaki yang terjatuh di kawah Dempo membuat khawatir banyak pihak. Apalagi diduga yang terjatuh tersebut adalah siswa MAN 3 Palembang.
Saat dikonfirmasi, Kepala MAN 3 Palembang, Zainuri memastikan, jika bukan siswanya yang menjadi korban di gunung Dempo. Namun kemungkinan merupakan teman dari siswanya.
“Berdasarkan informasi yang kita dapat sekarang, yang menjadi korban itu bukan siswa dari madrasah kita,” ujarnya.Ia menjelaskan, setiap kegiatan siswa yang dilakukan di dalam maupun diluar lingkungan madrasah pastilah ada izin dari pihaknya. Maka itu, ia menegaskan tidak ada satupun siswanya yang pergi tanpa sepengetahuan pihak madrasah.
“Mengenai adanya siswa kita yang mendaki gunung Dempo atau tidak belum bisa kita pastikan, sebab siswa kita sekarang aktivitas belajarnya masih berjalan,” ujarnya.(SP/FIL)





