Jakarta – Newshanter.com.-Gagal menjadi Calon Gubernur DKI, Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli menyampaikan ucapan terima kasih dan mohon maaf kepada pihak-pihak yang disebutnya sebagai pendukung.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada lebih dari 50 organisasi masyarakat yang membujuk, berdoa dan berjuang untuk kita bersama-sama mengubah Jakarta menjadi lebih manusiawi, tanpa tangisan, lebih adil dan lebih asyik,” ucap Rizal Ramli dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/9/2016).
Rizal juga mengucapkan terima kasih terutama kepada nelayan, rakyat yang digusur semena-mena, kaum marhaen, tokoh-tokoh organisasi Islam, Habib-habib, Budha, Kong Hu Chu, teman-teman pergerakan dari berbagai angkatan, teman-teman alumni ITB, masyarakat Betawi, Sunda, Minang, Jawa, Batak, Maluku, Ambon, Papua, Tinghoa dan Nusa Tenggara di Jakarta.
“Saya mohon maaf atas berbagai salah kata dan salah tindakan, juga kesalahan saya yang terlalu mengandalkan modal sosial dan kurang memahami bahwa modal finansial sangat menentukan di era demokrasi liberal yang padat modal ini,” ujarnya.
“Ketergantungan itu membuat politik semakin pragmatis dan menjauh dari kepentingan rakyat,” imbuh Rizal.
Meski begitu, Rizal merasa bersyukur karena apapun telah dikerjakan untuk kemakmuran bersama, dilakukan dengan kehormatan dan integritas (with honor and integrity). Rizal juga bersyukur bahwa dinamika ini membuka kesempatan untuk memperjuangkan nilai-nilai, misi dan program untuk kesejahteraan bersama.
“Kita tidak boleh menyerah. Bangsa ini terlalu besar, dan cita-cita konstitusi kita terlalu mulia untuk bertopang hanya pada pragmatisme kerdil,” ucapnya.
“Viva Republika, Viva Kekuatan Rakyat,” tutup Rizal.
Pilkada DKI Jakarta akan dilangsungkan pasa Februari 2017 mendatang. Tiga pasangan bakal calon sudah resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta. Gubernur inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok maju kembali bersama Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat. Ia telah mendapat dukungan dari emoat partai, yakni PDIP, Golkar, Hanura, dan Nasdem.
Selanjutnya ada pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, yang diusung Demokrat, PAN, PKB, dan PPP. Terakhir adalah pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang diusung Gerindra dan PKS.(BB/01)





