Bangkinang, newshanter.com – Bupati Kampar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Yusri M.Si meresmikan pemakaian Vertikal dryer padi kapasitas 6 ton bantuan TA.2018 bagi petani di Kecamatan Bangkinang dan menyerahkan 10 unit alat power threser TA.2019 sumber dana APBN dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani di Kecamatan Bangkinang. Senin, 1/5
Sekda Kampar dalam arahannya mengatakan bahwa sekarang ini , ekonomi yang bisa bertahan adalah ekonomi petani untuk itu marilah kita kembali bertani, tanam seluruh lahan-laham kita yang kosong.
“Gabah tidak pernah turun harganya, sayur, padi, jagung semuanya, minimal bisa memenuhi kebutuhan keluarga.”ucap Sekda Kampar
Ekonomi yang mapan itu bisa memenuhi setiap kebutuhan keluarga. “Kita kembalikan masa kejayaan Kampar tempo dulu yakni dengan bertani, karena Kampar terkenal dengan kehidupan taninya, yang mampu menjadikan dan membiayai anak-anak kita menjadi berhasil.”ujar Yusri
Kalau mau mapan dan berhasil anak-anak kita bertanilah, pertanian ini kita perkuat, jika kita hitung-hitung dengan tanaman sawit jauh lebih menguntungkan kita bertani.
“Jangan satu komidi saja, tanam padi, tanam jagung, ubi dan sayuran, manfaatkan lahan yang ada untuk kebutuhan sehari-hari, jangan semua kebutuhan kita dibeli.”kata Sekda
Sekda menegaskan Pemerintah saat ini mendorong dan mempermudah masyarakat untuk bertani, dengan berbagai bantuan baik itu bibit, pupuk dan alat pertanian sehingga para petani mampu meningkatkan ekonomi hingga mapan.
Kepada penyuluh pertanian Sekda juga mengingatkan agar terus lakukan penyuluhan kepada para petani dan turun kelapangan memberikan petunjuk kepada masyarakat cara bercocok tanam yang baik.
Kepala Dinas Pertanian dan holtikultura Kabupaten Kampar Hendri Dunan dalam laporannya mengatakan, Kita pada sore ini mendapatkan bantuan dari Pemerintah pusat yaitu Vertikal dryer padi kapasitas 6 ton bantuan TA.2018 dan penyerahan alat power threser TA.2019 sumber dana APBN dari Kementerian Pertanian.
“Vertikal dryer ini gunanya untuk melakukan pengeringan padi sebelum kita melakukan pasca panen.”ucap Hendri Dunan
Dijelaskannya bahwa Pemerintah pusat melalui kementerian Pertanian meminta kita untuk terus meningkatkan produksi padi, sampai sekarang kita masih membutuhkan sekitar 40 ribu ton pertahun, ini akan kita capai pada tahun 2020 hingga 2021 agar kita bisa mencapai swasembada pangan.
Disamping itu kita juga mendapatkan alat perontok padi dan jagung yaitu namanya power thresee 10 buah bantuan dari pusat Tahun anggaran 2019
Sesuai dengan visi misi Bupati Kampar kami diminta untuk membuat satu terobosan yakni modernisasi pertanian, inilah jawabannya.
Kalau dulu kita setelah melakukan pasca panen kita harus melakukan pengeringan 2 sampai 3 hari, itupun kalau cuaca baik atau panas, namun jika hujan sudah pasti akan tertunda lagi.
“Nah alhamdulillah mesin kita berikan bukan untuk satu kelompok tapi ini milik kecamatan Bangkinang ini, jadi semua petani yang telah melakukan panen yang membutuhkan mesin pengeringan ini silahkan dipergunakan, ini diberikan oleh pemerintah pusat kepada Pemerintah Daerah kemudian kita serahkan kepada unit pelayanan jasa alsinta untuk itu saya mengharapkan pergunakan mesin ini dan dirawat dengan sebaik mungkin.”ujar Hendri Dunan
Hendri Dunan juga menyampaikan bahwa Kampar telah banyak mendapatkan bantuan perlatan pertanian dari pusat untuk namun kita tidak memaksimalkannya,
Ini semua berkat bantuan dari Pemerintah baik itu daribKabupaten Kampar sendiri, Provinsi dan pusat. Komitmen pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi Riau mereka siap memberikan bantuan kepada petani sepanjang kita bisa memanfaatkan sesuai dengan yang diharapkan.
Sumber :Humas/era





