Home / SUMSEL / Pali / Rekor Manggang dan Makan Ikan Asap Bumbu Penjual PALI Terbanyak Dapat Rekor Dari LPID

Rekor Manggang dan Makan Ikan Asap Bumbu Penjual PALI Terbanyak Dapat Rekor Dari LPID

PALI, newshanter.com – Pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel menghadiri kegiatan Sagarurung Festival 2022 hari ini dalam rangka pemecahan rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia yakni rekor manggang dan makan ikan asap bumbu Penjual Abab Lematang Ilir (PALI) terbanyak yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten PALI.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati PALI Ir H Heri Amalindo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Dr H Aufa Syahrizal, Kepala Dinas UMKM dan Koperasi provinsi Sumsel Amiruddin, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Sumsel H Herlan Asfiudin, dan undangan lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Sanggar Pramuka Kabupaten PALI provinsi Sumsel, Senin (12/12/2022).

Dikatakan Bupati PALI Ir Heri Amalindo, yang jelas kita produk selain daripada masyarakat, UMKM kita untuk membudidayakan daripada ikan asap yang ada, selama ini kita sudah ada Sagarurung belum booming, artinya belum banyak yang mengetahuinya.

“Dan selama pelaksanaannya selama ini kurang baik, kurang bagus dan higienis. Maka dengan adanya Sagarurung ini tentunya kita harus memenuhi standar-standar tertentu,” ujarnya.

Kemudian, dimana tadi saya sampaikan Standar SNI, yakni Standar Nasional Indonesia (SNI), baik dari sisi kesehatan, izin, kebersihan dan lain-lainnya, dan ini yang perlu diperhatikan.

Dengan adanya ini tentunya kita menonjolkan hasil daripada kabupaten kita dengan mutu dan kualitas yang baik.

“Artinya kalau dahulu walaupun sudah terbentuk sejak lama, namun karena selama ini banyak kita tidak fokus pada Sagarurung ini,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, ini merupakan inisiatif dari kawan-kawan, kenapa tidak kita munculkan daripada ikan asap yang ada pada sekarang. Makanya sekarang kita sudah fokus baru ikan asap untuk kita tonjolkan.

Kalau dahulu dikampung kita Sagarurung itu biasanya ikan sungai atau ikan gabus, sekarang karena mungkin perkembangbiakannya juga berkurang.

“Kalau semua ikan toman tentunya permintaan-permintaan masyarakat juga tidak seluruh masyarakat yang punya ikan itu semua,” katanya.

Masih dilanjutkannya, untuk itu mungkin ada ikan nila, ikan patin, dan lain-lain, jadi masyarakat juga Sagarurung itu ikan asap yang diberi bumbu. Jadi ikan apapun itu namanya Sagarurung kalau dia diasap dan dikasih bumbu.

Dampaknya sendiri adalah semakin banyak itu, tentunya daerah kita lebih terkenal tentunya permintaan daripada kebutuhan masyarakat tentang Sagarurung ini lebih banyak lagi.

“Kalau dahulu hanya sekitaran PALI, mungkin provinsi Sumsel kita, baik yang ada dikabupaten/kota lainnya, yang ingin mencoba Sagarurung itu untuk merasakan ikan Sagarurung,” imbuhnya.

Ditambahkannya, dimana kegiatan ini sendiri selain dalam kegiatan pemecahan rekor juga diadakan pameran UMKM, lomba fashion show anak, pertunjukan seni tari PALI, pertunjukan dongeng anak, talk show kuliner PALI, demo memasak, pertunjukan Hadroh DPD HEBITREN PALI bertempat di Lapangan Sanggar Pramuka Kabupaten PALI Sumsel.

“Harapannya sendiri adalah masyarakatnya selain kita memperkenalkan ini, kita sering-sering makan ikan, karena ikan mengandung protein yang sangat tinggi,” bebernya.(ton)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Komentar Terbaru

    loading...




    Komentar Terbaru

      x

      Berita Lain

      Amankan Wilayah, Polsek Bandar Sei Kijang Patroli Pekat Malam

      PELALAWAN, NEWSHANTER.COM – Personil Polsek Bandar Sei Kijang jajaran Polres Pelalawan Polda ...