BABEL.Newshanter.com – Kantor Gubernur Babel didemo massa berjumlah ribuan orang, Selasa (29/12/2015).Penyebab aksi demonstarasi tersebut adalah aktifitas penambangan di laut di sejumlah lokasi di Pulau Bangka, yakni Teluk Kelabat dan Pantai Matras.
Lalu bagaimana dengan Pulau Belitung, khususnya di Kabupaten Belitung Timur. (Plt) Kepala Distamben Beltim Harli Agusta menyatakan, tidak akan ada penambangan di wilayah existing Izin Usaha Penambangan (IUP) di Laut Beltim pada 2016.
Pernyataan dia didukung dengan pernyataan bahwa rencana aktifitas penambangan di laut Beltim tidak dimuat dalam Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) PT Timah.
Sekadar informasi, RKAB dibuat setiap tahun. Jadi, pernyataan bahwa tidak ada penambangan di laut Beltim itu setidaknya bisa ‘dipegang’ hingga 2017.
“Kalau PT Timah, di dalam RKAB-nya tidak dicantumkan operasi di Belitung Timur, itu (berdasarkan) RKAB pada 2016,”kata Harli kepada Pos Belitung, Selasa (29/12/2015)
Saat menghadapi demonstran di Kantor Gubernur Babel, Gubernur Babel Rustam Effendi sudah berkoar bahwa ia adalah orang yang pertama menolak tambang laut di Belitung.
Dalam orasinya, Rustam Efendi mengatakan dirinya adalah putra Pulau Belitung yang sejak dahulu menolak segala macam bentuk penambangan laut.(BKP/NHO)





