Home / breaking / RAN: Kami Percaya Hakim Vonis Lebih dari Tuntutan dan Penjarakan Tjik Maimunah
RAN. Foto: Ist
RAN. Foto: Ist

RAN: Kami Percaya Hakim Vonis Lebih dari Tuntutan dan Penjarakan Tjik Maimunah

PALEMBANG, newshanter.com − Sidang lanjutan kasus dugaan pidana memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik, Surat Pengakuan Hak (SPH) diatas Surat Sertifikat Lahan/tanah seluas 16.900 M, milik korban Ratna Juwita Nasution, membuat JPU menuntut terdakwa Tjik Maimunah hukuman 2,5 tahun penjara, namun belakangan Replik JPU tetap pada tuntutan. Sedangkan Pengacara Tjik Maimunah tidak mengajukan Duplik.

Hal ini mendapat tanggapan dari Dr Razman Arif Nasution (RAN) SH SAg MA PhD, sebagai Kuasa Hukum Ratna Juwita Nasution. Kamis (05/08/21).

Menurut RAN, apa yang menjadi tuntutan dari jaksa, itu mereka (Tities Rachmawati SH, Pengacara Tjik Maimmunah,red) tolak semua, berarti mereka tidak mempercayai institusi Polri yang sudah bekerja begitu keras, karena untuk persidangan itu bukan gampang. Ada klarifikasi dulu, ada pemanggilan tersangka dulu, baru kemudian dilimpahkan dan selanjutnya disidangkan.

“Kami sebagai kuasa hukum menilai sebenarnya dengan tuntutan 2 tahun 6 bulan (2,5 tahun penjara), sudah termasuk ringan. Tapi kami percaya hakim dapat memutus lebih dari itu, paling pokok minta majelis hakim untuk memvonis yang bersangkutan bersalah dan menjalani hukuman.
menjalani hukuman ini artinya apa, terdakwa menjadi penghuni Lapas atau Rutan. Jadi bukan berarti dihukum nanti hukuman percobaan dan lain-lain, kalau itu terjadi kami melakukan perlawanan hukum terhadap hakim,” itu pasti.

RAN mengatakan, kalau melihat dari perjalanan persidangan dan prosesnya, Tjik Maimunah sebagai terdakwa, ini kurang kooperatif, kadang-kadang katanya sakit, macam-macam begitu juga dengan Lawyernya.

“Jadi menurut kami ini menjadi pegangan bagi hakim, bahwa kasus ini memang benar-benar serius dan memang divonis bersalah, supaya ini menjadi pegangan dan Role Model di Sumatera Selatan khususnya kota Palembang. Kemudian dari putusan ini nanti menjadi salah satu bagian dari upaya kami untuk mengungkap dugaan adanya mafia tanah yang ada di Sumatera Selatan khususnya kota Palembang. Seperti misalnya laporan kami yang sudah bergulir di Polda dan sudah di periksa saksi-saksi, maka prinsip dasarnya adalah apa yang sudah dilaporkan bu Ratna selaku kline kami dan proses persidangan sudah berlangsung, lalu kemudian mereka tidak ada duplik yah gak ada masalah,” ungkap Razman.

Lanjut RAN, kalau mereka (Pengacara Tjik Maimunah,red) sudah mengatakan tidak ada duplik dan menunggu putusan, ini makin ringan beban hakim untuk memvonis Tjik Maimunah bersalah. Karena  mereka sudah tidak ada lagi memberikan jawaban apapun dan jaksa bertahan dengan tuntutannya, artinya mereka sudah tidak ada lagi reperensi untuk meyakinkan hakim, padahal jawabannya itu penting. Kalau mereka punya kaidah-kaidah hukum, keyakinan mereka bahwa klinenya akan bebas dan lain-lain, itu merupakan upaya hukum dan kesempatan yang baik untuk bisa berargumentasi secara hukum.

“Terhadap Tjik Maimunah dan majelis hakim serta pengacaranya saya minta untuk tanggal 25 ini sudah dilakukan putusan dan ketika Tities mengatakan tidak usah menghadirkan terdakwa dan dibacakan saja, oh ini tidak bisa, harus hadir dan mendengar langsung vonis dan yang bersangkutan ke penjara. Kalau tidak, saya akan melakukan perlawanan hukum, saya laporkan hakim ini, ke Komisi Yudisial, ke DPR RI, dan penegak-penegak hukum yang lain, karena patut kami duga tidak menjalankan tugasnya dengan benar karena fakta-fakta persidangan, apalagi saksi tambahan yang kami ajukan dan itu memberi ruang yang sangat jelas. Maka bagi kami, itu harus divonis bersalah dan vonisnya minimal 2 tahun masuk penjara,” pungkasnya.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kiagus Anwar SH, ketika dihubungi via smartphone, Kamis (05/08/21), membenarkan telah menjawab Pledoi Tities Rachmawati Pengacara terdakwa Tjik Maimunah dan tetap pada tuntutannya.

“Kemarin sidang Rabu (04/08/21) kami tetap pada tuntutan sedangkan pihak dari Pengacara Tjik Maimunah tidak melakukan jawaban terhadap Replik, sementara majelis hakim mengulang 2 kali pertanyaan apakah dari pihak terdakwa Tjik Maimunah memberikan jawaban atas Replik JPU namun tidak ada jawaban dari pihak terdakwa itu sendiri, dan sidang akan dilanjutkan pada tanggal 25 Agustus mendatang,” tandas JPU.

Untuk diketahui sebelumnya JPU menuntut terdakwa dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Toch Simanjuntak SH MHum, pada sidang secara virtual, di Pengadilan Negeri Palembang Klas IA Khusus Sumsel, Rabu (14/07/21).

JPU Kiagus Anwar SH berpendapat, Terdakwa Tjik Maimunah Binti M. Jaelani bersalah melakukan tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik, mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain itu seolah-olah keterangannya sesuai dengan kebenaran, diancam, jika pemakaian itu dapat menimbulkan kerugian sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 266 ayat (1) KUHP. Sehingga terdakwa Tjik Maimunah ditunut hukuman berupa pidana penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan. (Syf)

About Syarif Umar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

COVID-19 Belum Berakhir, Polsek Pangkalan Kuras Kembali Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan

PELALAWAN, newshanter.com – Polsek Pangkalan Kuras Resort Pelalawan kembali lakukan operasi yustisi ...