PWI Kampar Kutuk Perbuatan Bupati Inhu Yopi

Riau. Newshanter.com-Belasan wartawan dari berbagai organisasi di Kabupaten Kampar Jumat (31/7/15) menggelar aksi di bundaran depan Balai Bupati Kampar di Jalan prof M Yamin SH, Bangkinang.

Mereka mengecam dan mengutuk keras dugaan pemukulan yang dilakukan Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto terhadap wartawan di Indragiri Hulu Zulkifli P yang dilakukan di Rengat, Kamis (30/7/15) lalu.

Dalam aksi ini mereka juga membentangkan spanduk dan poster serta orasi singkat. Aksi ini mendapat perhatian dari masyarakat yang melintasi Jalan Prof M Yamin SH tersebut yang juga merupakan jalan nasional Riau-Sumbar.

Belasan wartawan ini merupakan gabungan wartawan dari berbagai organisasi di Kampar yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar, FWK, GWI dan Komnas WI. Dalam aksi ini terlihat hadir Ketua PWI Kampar Aprizal, Sekretaris PWI Kampar Akhir Yani,Sekretaris FWK Apriyaldi, Ketua Komnas WI Herman L dan Ketua GWI Firdaus Annur.

Diantara bunyi spanduk kecamatan tersebut adalah Yopi Arogan, stop kekerasan kepada pers. Wartawan juga menuliskan isi hati nya dengan tulisan Yopi biadab dan tak pantas jadi bupati. Di poster lain juga tertulis Yopi preman Kampung.

Ketua PWI Kabupaten Kampar Aprizal, didampingi Sekretaris PWI Kampar Akhir Yani ketika diminta tanggapannya terkait aksi ini menyebutkan bahwa aksi wartawan di Kampar ini sebagai bentuk keprihatinan atas tindakan kekerasan yang dilakukan oknum pejabat terhadap masyarakatnya dalam hal ini wartawan.

“Apapun proses yang telah berjalan saat ini di Inhu, apakah masuk ranah hukum atau tidak, yang jelas PWI Kampar sangat mengutuk tindakan Bupati Inhu Yopi Arianto dan jika ini dibiarkan maka kedepan pejabat semakin semena-mena terhadap masyarakatnya. Jangan mentang-mentang kita berkuasa lalu dengan seenak hati berbuat,”tegasnya.

Ditambahkan, siapapun yang melakukan kekerasan dan pemukulan adalah tindakan kriminal. Kecaman ini bukan karena yang dipukul itu wartawan.

“Namun apa yang terjadi di Inhu itu adalah tindakan yang melanggar hukum, apalagi sangat disayangkan sekali jika pemukulan itu benar-benar dilakukan oleh seorang pejabat yang semestinya memberikan contoh serta sebagai pengayom,”tuturnya.(RT/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *