Proyek Tembok Penahan Tebing Sungai Musi Terancam Roboh

Proyek tembok penahan Tebing sungai Musi, desa Bailangu terancam Roboh,

MUBA, Newshanter.com Proyek Pembangunan Penahan Tebing Sungai Musi di dusun I Desa Bailangu Timur, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba, baru saja dikerjakan terancam roboh .Berdasarkan pantauan Koran ini dilapangan, minggu ( 26/03) sekitar Pukul 10:00 wib, di jalan lintas tengah tepatnya desa Bailangu timur ada proyek pembangunan penahan tebing sungai Musi yang baru selesai dikerjakan sekitar akhir 2016, kalau nilai kontrak Rp. 41. 459.000.000, pelaksana PT MARIRUAYA ABADI Konsultan PT SUPRA HARMONIAsumber dana APBN , namun kondisi tembok seperti tidak maksimal pengerjaanya, karena tembok ini masih ada retak-retak, bahkan adayang belum di cor akibat ada yang roboh.

Hermanto, salah lembaga swadaya masyarakat Forum rakyat Reformasi( F2R) kabupaten Muba , menyikapi pembangunan Proyek tembok penahan sungai musi, didesa bailangu timur sangat menyayangkan sudah berapakali pembangunan di tempat yang sama, namun tidak ada yang maksimal melalu anggaran APBD Muba pernah di bangun , Roboh , lalu pembangunan, 2015 pernah dibangun , tapi baru berapa bulan dibangun sudah roboh proyek di hentikan, ini 2016 dianggarkan lagi oleh kementerian pekerjaan umum dan perumahan Rakyat Direktoral jendral
Sumber daya air,Balai besar Wilayah sungai VIII., jadi proyek ini terkesan hanya menghamburkan uang Negara, perencanaan kontruksi tidakmaksimal.

Lain halnya yang disampaikan oleh Cik Kawairus, Politisi Partai Nasdem di DPRD Muba, bahwa pembangunan tembok penahan tebing Site Faill, gagal kontruksi, kareana tegangan kontruksi tidak mampu menahan beban
, kedalaman kontruksi banyak mengandung pasir, jadi dibangun juga tidak akan bertahan lama, sebaiknya pengalihan ruas jalan, jangan diteruskan, Ujarnya.

Sedangkan Marbudi, Kepala deas bailangu timur saat dikonfirmasi mengatakan,bahwa pekerjaan sudah selesai, namun masih dalam prosespemeliharan , karena kondisi air masih dalam, untuk sementara pekejaandi hentikan.

Marbudi menambahkan, sebulan yang lalu dari DPRD Propinsi pernah mengecek kondisi pembangunan proyek penahan Tebing ini, namun dariDPRD propinsi menyarankan agar jangan pembangunan ini dialihkan untuk
ruas jalan baru saja,” ucapnya.

Selain itu, “ dari desa telah mengusulkan jalan baru yang sudah pembebesan ganti rugi, dan juga sudah di timbun dari dusun I ke dusun 2 sepanjang 3 KM, namun kalu air dalam masih banjir, berharap dari DPRD ropinsi atau pemkab kabupaten dapat melanjutkan pembangunan jalan ini,” Pungkasnya( Heri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *