Progam Cetak Sawah di Desa Tempirai Raya Terancam Gagal Tanam dan Panen

Lahan terendam banjir di Desa Tempirai Raya Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali). (Foto : snt)

PALI, newshanter.com – Akibat hujan deras mengguyur Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ratusan hektare sawah di Desa Tempirai Raya, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terendam banjir.

“Ratusan hektare sawah yang terendam banjir, diperkirakan terancam gagal tanam,” kata salah satu warga setempat, Selasa (16/09/25).

Warga setempat menjelaskan, tanaman padi yang di tanam sebagai simbolisasi pada program cetak sawah beberapa pekan lalu sudah terendam.

“Sementara lahan yang sedang dalam proses pembukaan saat ini sudah terendam banjir, jangankan berharap panen bahkan proses tanam pun untuk tahun ini diperkirakan gagal,” imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut, warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan dengan kejadian ini, jelas perencanaan program cetak sawah ini diduga kurangnya kajian yang matang.

“Hujan beberapa hari dengan intensitas lebat merendam ratusan hektar sawah petani. Apalagi belum adanya saluran irigasi yang memadai untuk mengurangi debit air, seharusnya pihak terkait pahami terlebih dahulu kondisi lahan, jangan asal program terealisasi saja,” sarannya.

Menurut dia, program cetak sawah 2025 ini belum tersedia saluran irigasi yang memadai, serta dan diduga kuat pihak tim kajian Survey Investigasi dan Desain (SID) tidak memahami kondisi lahan cetak sawah ini.

“Memang lahan sawah ini baru saja dicetak dan belum ada irigasi yang memadai, maka sebaiknya Pemda segera merencanakan untuk membangun saluran irigasi sesuai kondisi lahan ini,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) maupun pusat melalui dinas terkait membangun saluran irigasi agar permasalahan banjir bisa diatasi.

Perlu diketahui, sepengetahuan kami lokasi lahan program cetak sawah ini jika menjelang bulan september hingga Juni biasanya emang banjir.

“Progam ini diduga kuat kurang kajian yang matang, terkesan program asal-asalan. Buktinya proses pembukaan lahan ini terancam gagal tanam untuk tahun ini dilanda banjir.” Tukasnya.

Tim Ahli Kementerian Pertanian Mengecek Lokasi. (Foto : snt)

Sementara itu dikonfirmasi newshanter.com pada Selasa malam (16/09/25) pukul 21.45 WIB perihal tersebut Ahmad Joni Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI belum memberikan jawaban atau keterangan resmi hingga berita ini diterbitkan.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura, Widia Astuti, SP mengatakan sudah dicek TNI kemarin dan akan dlakukan langkah segera.

“Seperti diketahui air yang masuk merupakan luapan Musi atau kiriman dari beberapa Kabupaten sekitar, bukan karena hujan setempat, frekuensi hujan Minggu ini diluar cukup tinggi, hampir di seluruh Kabupaten di Sumsel, bahkan beberapa tempat yang biasanya tidak banjir, tahun ini mengalami banjir, melihat tahun-tahun sebelumnya bulan ini harusnya fluktuasi hujan masih ringan, tapi ternyata perubahan iklim diluar prediksi, kita masih tunggu pemantauan tim dilapangan, semoga langkah mewujudkan swasembada pangan di desa Tempirai terwujud,” ungkapnya dihubungi newhanter.com Rabu (17/09/25).

Lebih lanjut dikatakan Widia Astuti ia menuturkan kemarin tim ahli kementrian juga cek, biar dilaporkan ke pak Mentan, beberapa lokasi insyaAllah masih aman.(snt)

Pos terkait