BUKITTINGGI, Newshater.com — Setelah sempat menunda kunjungan ke Rumah Kelahiran Bung Hatta pada Kamis 8 Oktober 2015 sore, akhirnya Presiden Jokowi menyempatkan diri berkunjung ke Rumah Kelahiran Bung Hatta Jalan Soekarno Hatta Bukittinggi pada Jumat (09/10/2015) pagi.
Jokowi beserta rombongan tiba di tempat tersebut sekitar pukul 06.48 WIB. Tak ada acara khusus di tempat ini, selain hanya sekedar mengamati dan mempelajari nilai-nilai filosofi yang diberikan Bung Hatta.
“Ya, nilai-nilai yang paling penting, itu nilai-nilai filosofi yang diberikan beliau, Bung Hatta kepada generasi muda. Hal-hal yang berkaitan dengan kedisiplinan yang sangat ketat kemudian kerakyatan, cinta pada rakyat kecil itu yang betul-betul kita lihat. Kemudian juga tadi disampaikan oleh ibu Mutia yang keras hati (Bung Hatta). Hal-hal yang prinsip itu tidak bisa ditawar,” ujar Jokowi.
Dalam menelusuri ruangan yang ada di Rumah Kelahiran Bung Hatta ini, Jokowi bersama Ibu Iriana dipandu oleh ahli waris Bung Hatta, Mutia Hatta bersama suami Sri Edi Swasono dan sejumlah pejabat Pemprov Sumbar. Bahkan dalam kunjungan itu, Jokowi sempat mempertanyakan keaslian rumah tersebut.
“Ini masih bangunan asli ?,” tanya Presiden Jokowi ke Mutia Hatta sambil terus melangkah masuk dan menyaksikan sejumlah foto Bung Hatta Kecil dan anggota keluarga besar Bung Hatta. “Tidak, ini replika. Namun bentuk dan gaya ditiru persis sama dengan yang asli,” jawab Mutia sambil membawa Jokowi menuju kamar mamak dari Bung Hatta dan terus menuju ruang dapur.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung masalah koperasi. Terkait permasalahan koperasi yang saat ini tidak berkembang dengan maksimal, Jokowi mengatakan, saat ini koperasi memang menjadi kosentrasi pemerintah.
“Tetapi memang kita harus berani mereform total cara-cara kita mengembangkan koperasi, mengembangkan usaha mikro, kecil, tapi memang baru diproses. Tapi nanti kalau sudah selesai akan saya sampaikan,” tutur Jokowi.
Sementara itu, Mutia Hatta mengungkapkan, kunjungan singkat Presiden Jokowi ke rumah kelahiran sang proklamator sangat berbekas mendalam. ”Ini kunjungan presiden pertama sejak 20 tahun terakhir,” ujar Mutia Hatta.
Hanya sekitar 20 menit Jokowi berada di Rumah Kelahiran Bung Hatta ini, sebelum berangkat menuju Kampar Riau melalui jalan darat. Jalur darat dipilih karena tak memungkinkan melakukan penerbangan disebabkan terbatasnya jarak pandang.
Namun sebelum naik mobil melakukan perjalanan ke Kampar, Presiden Jokowi juga sempat diserbu oleh kerumunan warga yang ingin bersalaman. Melihat antusias masyarakat itu, tak ada alasan buat Jokowi untuk tidak melayani masyarakat. Ia memberi kesempatan beberapa menit bagi warga yang ingin bersalaman dan ingin foto-foto.
Berbeda dengan pengamanan presiden sebelumnya, pengamanan presiden kali ini terkesan sangat lebih fleksibel. Ini dibuktikan dengan diberinya akses bagi masyarakat untuk mendekati presiden tanpa dibatasi aparat dan paspampres yang berlebihan. (hln/Era)





