Home / Kota Palembang / Pihak Terkait Terkesan Terburu-buru, Ini Bisa Dijadikan Pembelajaran Agar Lebih Hati-Hati

Pihak Terkait Terkesan Terburu-buru, Ini Bisa Dijadikan Pembelajaran Agar Lebih Hati-Hati

Palembang,newshanter.com – Menanggapi beredarnya pemberitaan asal muasal ada seseorang yang konon katanya adalah seorang dermawan yang berasal dari Aceh dan keluarga besarnya berada kota Palembang memberikan bantuan atau sumbangan bentuk kepeduliannya untuk diprovinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk penanganan covid-19 ini, mendapat perhatian dari Pengamat hukum dikota Palembang DR H Firman Freaddy Busroh saat ditemui di kantornya.

Dikatakan Dr Firman, kalau berdasarkan informasi yang saya terima dan beredar ditengah masyarakat khususnya kota Palembang dan Sumsel umumnya, bahwa ada seorang dermawan yang ingin menyumbangkan hasil kekayaan untuk disumbangkan di provinsi Sumsel pada beberapa waktu lalu patut kita hargai niatnya itu yang telah peduli atas kesusahan kita disaat pandemi ini, ujarnya.

Namun, perlu kita ketahui bersama, dimana pada pemberitaan itu disebutkan sumbangannya dengan nominal yang cukup fantastik untuk angkanya dimana mencapai angka 2 Triliun. Saya menganggap nominal tersebut terlalu berlebihan, dan terlalu besar, atau mengada-ngada, apalagi saat ini kita semua bahkan bukan hanya di provinsi Sumsel saja, namun diluar itu juga mengalami kesusahan diseluruh aspek kehidupan, ungkapnya.

Andaikan saja memang benar orang itu ingin menyumbangkan tidak sebesar itu, dan bisa bertahap. Kalaupun memang ingin menyumbang sebesar itu, seharusnya uang itu sudah ada terlebih dahulu ditangan keluarganya, minimal separuhnyalah sudah ada bentuk fisiknya, dan separuhnya lagi akan menyusul, atau bertahap diberikan, dan itu lebih logis masuk didalam akal fikiran kita. Karena kalau dana sebesar itu harus melalui proses yang cukup lama, tidak mudah untuk mengeluarkannya, katanya.

Dimana kita harus mengetahui terlebih dahulu sumber dananya dari mana, atau asal muasal dana tersebut. Jangan karena kebaikan dari si pendonatur yang sifatnya hanya sebentar saja, membuat kita tertutup mata hati nuraninya, seharusnya di cari dahulu kebenarannya itu seperti apa untuk dana tersebut, terus nama penyumbangnya dicari dahulu, jangan tiba-tiba muncul kasih dana besar, terus kita terima saja, sedangkan didalam hati kecil kita sudah ada keraguan yang menyelimuti, bebernya.

Kalau sampai anggaran itu tidak ada bentuk yang nyata, minimal simbolis penyerahan uangnya ada, mungkin itu lebih baik. Apalagi ditambah pada saat itu sudah dilakukan secara simbolis penyerahan papan nama si penyumbang, dan sudah dipublish dikhalayak ramai, maka seluruh konsekuensinya harus dipegang dan diemban, terlebih lagi masyarakat kota Palembang tentunya sudah banyak berharap dengan anggaran yang telah digelontorkan itu.

Namun memang dari awal saya melihat ini sudah terdapat keraguan, dan lebih condong yang diduga dibohongi, mana mungkin dana 2 Triliun itu ada diperbankan yang dimiliki oleh Akidi Tio atau keluarganya tersebut, kalaupun ada untuk proses beliau memasukkan di perbankan pada saat itu pasti banyak pertanyaan yang diajukan oleh perbankan, terlebih lagi untuk dilakukan penarikan dalam jumlah besar.

Dan menurut saya dari pihak terkait juga terkesan sangat terburu-buru untuk melakukan sesuatu yang langsung dipublish ke publik atau khalayak ramai, jika dana tersebut tidak ada maka sudah pasti secara pribadi akan menjadi malu, dan juga secara lembaga harus dipertanggung jawabkan apa yang telah dilakukan, apalagi itu menyangkut sumbangan untuk bantuan disaat pandemi, jelasnya.

Dan saya kira terlalu bergesah-gesah untuk mengambil suatu tindakan disaat itu, kenapa sebelumnya tidak dilakukan pengecekan ke lapangan terlebih dahulu benar atau tidak supaya tidak menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan. Namun apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur, ternyata dana tersebut hingga saat ini belum tahu kejelasannya. Dan kita apresiasi langkah aparat yang telah lakukan pada hari ini, tinggal mencari kebenaran dari apa yang dia berikan itu, tegasnya.

Dan ini merupakan pelajaran berharga untuk kita semua, bahkan seluruh instansi atau stakeholder baik untuk aparat ataupun pemerintah untuk lebih selektif lagi melihat, serta mengecek kebenaran dari apa yang diberikan, jangan asal dipublish ke publik, letak kebenaran dan keakuratannya harus sudah 100 persen, kalau belum seratus persen untuk dipercaya jangan mudah dipublish, semoga kedepan memang benar-benar ada yang real memberikan bantuan untuk penanganan daripada pandemi covid-19 ini, pungkasnya.(ton)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

LSI : 80 Persen masyarakat Empat Lawang puas dengan kinerja Joncik Muhammad dan Yulius Maulana

Palembang, newshanter.com -Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menggandeng Lembaga Survey Indonesia (LSI) untuk ...