Pers Tour Tanjabtim Berkunjung Kerumah Puisi Taufik Ismail

Padang Panjang,Sumbar-Newshanter.com Rombongan Pers Tour Media Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), diketuai Kabag Humas Setda Tanjabtim Fajar Alamsyah dan Kasubag Bagian Pemberitaan Suhaili berkunjung kerumah Puisi Taufik Ismail, Bangunan yang berada diatas lahan yang luas terletak dikaki Gunung Singgalang dan Merapi, Nagari Aia Angek, Jalan Raya Padang Panjang – Bukit Tinggi KM 6, Sumatera Barat.

Diawali Sambutan Kabag Humas Fajar Alamsyah mengatakan kami rombongan Pers Tour yang berasal dari Kabupaten Tanjabtim Provinsi Jambi, sengaja datang ke Rumah Puisi Taufik Ismail untuk mendapat pengetahuan dan cara penulisan yang baik dan benar, sebagai acuan juga bagi kami dalam hal membaca lebih giat lagi dan dapat membawah pengetahuan ini ke Kabupaten Kami (Tanjabtim_Red), ungkap Bank Alam Sapaan Akrabnya.

Bernama Rumah Puisi Taufik Ismail, nama yang diambil dari namanya sendiri. Ide pembuatan rumah tersebut memang lahir dari sastrawan pendiri Majalah Horizon. “Rumah yang sekaligus seperti ruang pameran, menyimpan berbagai macam koleksi buku, ini merupakan buku koleksi pribadinya sendiri”, Selesai dibangun Tahun 2008 dan berfungsi sebagi pusat kebudayaan, tempat pelatihan guru bahasa dan sastra serta menjadi tempat sanggar tempat berlatih para siswa satu-satunya di Indonesia, ungkap Ibu Eka Pengelola Rumah Puisi Taufik Ismail menerangkan awal berdiri Rumah Puisi dan Riwayat Taufik Ismail.

Taufik Ismail seorang penyair kelahiran Bukit tinggi memang dikenal sebagai sosok yang demikian sangat peduli pada perkembangan sastra di Indonesia, beliau prihatin terhadap kondisi pengajaran sastra di Indonesia dan mendedikasikan hidupnya untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Taufik Ismail bukan seorang sastrawan, gelarnya adalah dokter hewan, membaca dan menulis Puisi merupakan hobbynya, Tulisan terbaru Taufik Ismail sudah diterjemahkan dalam bahasa Korea.
Beliau melakukan survey mengenai wajib baca buku sastra di sekolah pada tahun 1990 an. Hasil penelitiannya dipajang di ruang depan tepat di depan pintu masuk.

Mau tau berapa buku sastra yang wajib di baca para siswa di sekolah Indonesia? Jawabnya Nol buku. Menyedihkan sekali kenyataan itu.Terlihat dirumah puisi penyair yang masih hidup dan karyanya adalah Taufik Ismail. Bahasa puisinya mudah dicerna, religius dan isinya menyentuh masalah keseharian kita.

Terlihat bait-bait syair dalam’ sajadah panjang’ yang didendangkan kelompok band, Bimbo. Saban bulan Ramadhan bait-bait puisi ini yang didendangkan lebih menggema dalam lagu akan menggugah rasa religius kita. Lewat bait-bait puisi nya itu, Taufik Ismail mengunggah kita agar tak lupa bersujud pada Sang Khalik, bersujud lewat sajadah yang diibaratkan perjalanan kita di dunia yang ujungnya adalah alam akhirat.

Lewat lagu ini pula kenangan tentang Ramadhan masa-masa lalu menyusup dalam bathin kita. Saking populernya lagunisasi puisi sajadah panjang,dan masih banyak puisi terbaik karya sang penyair dan pujangga besar ini.

Rumah Puisi merupakan bagian dari kompleks Aie Angek Cottage. Selain rumah Puisi Taufik Ismail di dalam kompleks ini tersedia fasilitas penginapan keluarga, kolam renang, cafe, mushola rumah sastrawan serta ruang serba guna untuk pertemuan maupun untuk eksebisi. Sebuah bangunan megah berdiri tak jauh dari rumah puisi. Bangunan itu bernama Rumah Budaya Fadli Zon.(Ridwan)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *