Peringati Nuzulul Qur’an, Bupati Harris: Jaga Toleransi dan Hindari Konflik

Pangkalan Kerinci, newshanter.com – Peringatan turunnya kitab suci Alqur’an atau Nuzulul Qur’an yang jatuh pada malam ke-17 Ramadhan, tingkat Kabupaten Pelalawan diadakan di Masjid Agung Ulul Azmi Pangkalan Kerinci, Kamis (15/06/2017).

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Pelalawan HM.Harris, Anggota DPRD Provinsi Riau Sewitri, Ketua DPD Golkar Pelalawan Adi Sukemi, Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan, Kapolres Pelalawan, Wakil Bupati Pelalawan, para pejabat OPD Pemkab Pelalawan, tokoh masyarakat serta masyarakat Pangkalan Kerinci.

Acara yang dimulai setelah Shalat Isya dan Shalat Taraweh diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta memberikan bantuan Pemerintah Kabupaten Pelalawan kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang kurang mampu.

Bupati Pelalawan H.M.Harris dalam sambutannya mengatakan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum bagi kita untuk mempelajari dan memahami kandungan Al-Qur’an. Apalagi Pemerintah Kabupaten Pelalawan baru-baru ini telah melaunching Program Magrib.

“Dengan adanya program Magrib Mengaji, kita harapkan anak-anak bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik- baiknya selepas shalat Magrib hingga masuknya waktu Isya untuk belajar membaca Al-Quran. Sedangkan kepada masyarakat kita yang non muslim bisa mempergunakan waktu dengan belajar,” katanya.

Bupati lebih lanjut mengatakan dengan adanya program Magrib Mengaji tidak ada lagi masyarakat Pelalawan yang tidak bisa membaca Al Qur’an dan bisa menciptakan kader-kader pembaca Al Qur’an terbaik tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional.

“Dengan adanya program tersebut saya berharap tidak ada lagi masyarakat Pelalawan yang tidak bisa mengaji. Begitu juga disaat MTQ Tingkat Provinsi, kita tidak boleh lagi menjadi peringkat kesebelas diantara 12 Provinsi di Riau,” sambung Bupati Harris.

Diakhir sambutannya, Bupati berpesan untuk menjaga persatuan dan kesatuan di negeri Seiya Sekata. Menciptakan kondusifitas, menghindari konflik diantara masyarakat.

“Kita hendaknya bisa memikirkan persaingan global, dimana persaingan global itu bukan persaingan antara kita, akan tetapi antara negara kita dengan negara lain. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan dengan tidak saling menjatuhkan serta hindari dari pemberitaan hoax yang menghambat kita didalam membangun negeri,” pungkasnya.(tons)

Pos terkait