Bukittinggi,newshanter.com- Seorang wanita asal padang luar kabupaten Agam, yang datang ke kota Bukitting bersama rombongan sebanyak 8 orang datang kekota Bukittinggi, ke 8 ABG tersebut lansung menuju objek wisata lobang jepang yang terletak di Panorama Bukittinggi, sabtu, (1/7/2017)
sesampainya dilobang jepang sekitar pukul 10.00 wib rombongan masuk lobang jepang dan setelah berputar-putar di dalam lobang jepang pas sekitar pukul13.00 WIB, tepatnya dilokasi restoran yang ada di dalam lobang jepang, salah seorang dari 8 orang fitri(16 thn) mulai memperlihatkan gejala aneh, kadang-kadang berteriak- teriak seperti orang marah-marah dan dia tidak mengenal kami dan suaranya pun berobah dan seperti suara yang bukan kami kenal ungkap Ikbal, salah seorang teman Fitri.
” mulanya biasa-bisa saja, kami datang dari padang luar kabupaten agam hanya sekedar melihat- lihat lovang kepang, setelah berputar- putar di dalam, kami berhenti dilokasi seperti restoran untuk melepaskan lelah, dan setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan kami, tapi saat mau jalan, fitri mulai memperlihatkan gejala yang aneh-aneh, mulai bicara sendiri sambil marah dan bahkan teriak-teriak, melihat hal tersebut saya lansung membawa keluar melalui jalan bawah,” ungkap Ikbal
Sesampai diluar lobang jepang, fitri tetap mengoceh-ngoceh bahkan dia menyebutkan namanya Fatma, melihat tingkahnya semakin aneh kami berusaha mencari jalan pintas supaya cepat sampai diterminal angkutan pedesaan tempat kami naik mobil, tapi diperjalanan menuju ternimal fitri tetap mengoceh tak karuan dan berteriak-teriak, dan mulai membentur-benturkan kepalanya kedinding pagar jalan, melihat hal demikian kami berusaha menenangkan, tapi dia makin melawan, bertepatan kejadian tersebur pas lewat salah seorang anggota Forum kominukasi wartawan peduli kemanusiaan (FK-WPK), Mardi, sambil bertanya, setelah kami jelaskan dia menta bantuan tim PMI melalui telpon selulernya, selang beberapa menit datanglah dua petugas PMI Bukittinggi Jevo Roymounda dan Saipul ke lokasi untuk menolong korban yang diduga kerasukan.
” kami sebenarnya sudah hilang akal bagaimana menenangkan teman kami, sebab dia (fitri) marah-marah serta berteriak-teriak, dan akan membenturkan kepalanya ke tembok, sykurlah pas diwaktu bersamaan datang pengendara sepeda motor memakai seragam FK-WPK, setelah kami jelaskan pada dia, lalu orang tersebut meminta pertolongan pada tim PMI yang stanby di jam gadang, selang beberapa menit datang lah tim PMI dan lansung memberikan pertolongan,” imbuh ikbal.
Patugas PMI, Jevo teimonda mengataka, mendapat laporan ada pengunjung yang kerasukan keluar dari lobang jepang, kami lansung ke TKP, setelah sampai di lokasi tempat anak ini istirahat, kami memberikan pertolongan pertama semampu kami, tapi jin yang masuk ke tubuh gadis tersebut tergolong kuat, maka beberapa warga yang melihat mencari bantuan pada ustad yang berada di masjid yang tidak jauh dari lokasi, berkat kerja sama dengan ustad tersebut, maka gadis itu bisa di selamatkan.
” kami mendapata laporan ada pengunjung yang kerasukan keluar dari objek wisata lobang jepang, kami lansungbke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama, tapi lantaran jin yang merasuki tubuh gadis ini terlaku kuat, berkat bantua warha yang ada dilokasi mencari bantuanpada ustad yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, alhamdulillah setalah setelah ustad datang membantu pas jam 16.30 wib, gadis tersebut sudah bisa disadarkan dan selanjutnya di bawa ke pos PMI didepan jam gadang untuk diperiksa kondisinya,” imbuh Jevo.(ayu)
