Home / Kota Palembang / Pemkot Palembang Himbau Pengguna Jaringan Gas Menunggak dan Tidak Dipakai Bakal Dicabut

Pemkot Palembang Himbau Pengguna Jaringan Gas Menunggak dan Tidak Dipakai Bakal Dicabut

Palembang,newshanter.com – perusahaan pelat merah milik Pemkot Palembang PT SP2J himbau penggunaan Jaringan Gas (jargas) yang tidak digunakan hingga tiga bulan atau menunggak bakal meterannya bakal di cabut oleh pengelola.

Ada sebanyak 29 ribu pelanggan jargas milik PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), baik yang dibangun oleh SP2J itu sendiri atau yang dibangun melalui bantuan kementerian esdm.

Meskipun telah sebanyak itu, namun penggunaannya sendiri di kota Palembang masih belum optimal salah satunya karena masih banyak yang menganggap biaya penggunaan jargas itu lebih mahal.

Hal itu, juga diungkapkan oleh Manager Unit Jargas PT SP2J, Ari Kordiansyah ia mengatakan dari sebanyak 29 jaringan yang terpasang belum di pakai secara optimal oleh masyarakat Palembang.

“Mungkin ada, tapi sebagian saja tidak semua pelanggan begitu (merasa terlalu mahal, kemudian tidak dipakai),” katanya.

Namun, ada pandangan lain dari Ari yang menyebabkan belum optimalnya jargas dikira palembang menurutnya jargas yang terpasang itu berada di Kontrakan yang kemungkinan telah lama ditinggal, hingga akhirnya tidak dibayarkan.

“Kalau sudah tidak digunakan, atau mereka nunggak sampai tiga bulan, maka dari kita melakukan pencabutan meteran,” katanya.

Adapun soal tarif yang dikeluhkan mahal, Menurut Ari tarif yang dikenakan masih terbilang normal, sebab pemasangan jargas itu sendiri pada intinya untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan gas guna keperluan sehari-hari.

“Kalau dikatakan mahal, sebenarnya tarif jargas sebenarnya sudah ditentukan HET nya oleh BPH Migas. Jadi untuk pelanggan R1 itu di Rp4.250 per m3, dan R2 Rp6.000 per m2,” katanya.

Jika pelanggan sudah dicabut. Maka kemudian akan dialihkan ke masyarakat lain yang lebih membutuhkan. “Untuk pelanggan yang sampai kita cabut, setidaknya pada Agustus lalu saja kurang lebih ada 50 an pelanggan,” katanya.

Mengenai hal ini, dimungkinkan juga karena dampak pandemi, dimana secara perekonomian mengalami masalah, sehingga kurang kemampuan bayar. (derla)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

LSI : 80 Persen masyarakat Empat Lawang puas dengan kinerja Joncik Muhammad dan Yulius Maulana

Palembang, newshanter.com -Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menggandeng Lembaga Survey Indonesia (LSI) untuk ...