PEKANBARU -Newshanter Newshanter.Com. Seorang nenek di Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujungbatu, Rokan Hulu Provinsi Riau, tewas menggenaskan, Selasa (3/5/2016) siang tadi, pukul 11.30 WIB, Setelah di bunuh R alias Rismin yang merupakan anak angkatnya.
Korban meregang nyawa dengan kondisi kepala terputus usai dipancung dengan parang. Nenek berumur 60 tahun bernama Intan, ditemukan oleh cucunya dalam kondisi duduk di bangku plastik dengan leher terpenggal. Melihat ini, sang cucu spontan menjerit histeris hingga memancing perhatian warga sekitar. Selain itu, ditemukan sebilah parang panjang yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban.
R alias Rismin, pria pengangguran di Kabupaten Rohul, Riau nekat memenggal kepala nenek Intan (60) yang tak lain orangtua angkatnya sendiri, dipicu karena sakit hati dituduh mencuri tabung gas, padahal ia mengaku tidak melakukannya. Puncaknya, 3 Mei 2016 siang lalu, Rismin memenggal kepala nenek Intan dengan parang babat.
Dua hari setelah kejadian Kamis (5/5/2016) malam sekitar pukul 23.00 WIB, dibekuk petugas gabungan dari Polres Rohul dan jajaran Polsek dengan dibantu unit Jatanras Polda Riau. Pelaku ditangkap ketika istirahat di dalam pondok kebun sawit, di Desa Kubu Pauh, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rohul.
Sebelum ditangkap, Rismin sempat mencoba kabur sehingga petugas terpaksa melumpukan pelak dengan timah panas, ia pun ambrukdan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.Jumat (6/5/2016), Rismin, setelah mendapat perawatan dibawa ke Mapolres Rohul untuk dimintai keterangannya.
Kapolres Rohul, AKBP Pitoyo Agung Yuwono, melalui Kasat Reskrim, AKP M Wirawan Novianto kepada GoRiau.com.mengatakan, menurut pengakuan pelaku kepada kita dia membunuh korban dari belakang dengan parang. melayangkan senjata tajam tersebut dengan posisi menyamping ke kanan.”sementara sasarannya berada di kiri,” ujarnKasat Reskrim, AKP M Wirawan Novianto.
Dengan posisi 90 derajat, Rismin langsung menyabet leher nenek Intan dengan sekali tebas hingga putus. Bahkan saat itu ia melayangkan parang tanpa melihat sama sekali. “Pengakuannya tidak dilihat. Jadi sambil menyamping ia sabet parangnya,” ungkap Wirawan, yang dihubungi melalui ponselnya.
Setelah itu pelaku tidak langsung kabur, sehingga aksi bengisnya dipergoki oleh salah seorang cucu korban. Sang cucu spontan histeris melihat neneknya sudah bersimbah darah dalam posisi duduk di kursi plastik. Panik, Rismin pun bergegas kabur ke dalam kawasan kebun sawit dekat rumah korban, di Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujungbatu, Rohul.
Dua hari melakukan perburuan, Rismin pun akhirnya ditangkap polisi. Atas ulahnya, Rismin bisa dikenakan pasal pembunuhan berencana, dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati

Masyarakat Tolong Hapus Foto Korban Pembunuhan Sadis di Medsos
Sementara itu Pasca penangkapan pelaku pembunuhan sadis di Ujungbatu Rokan Hulu oleh jajaran Kepolisian hari ini, Kapolres Rohul menghimbau masyarakat agar tidak lagi menyebarkan foto korban di media sosial.
Himbauan ini setelah pihaknya mendapat beberapa masukan dari masyarakat, karena foto-foto yang beredar terlalu fulgar dan tidak pantas dilihat. Apalagi tidak semua pengguna media sosial seperti twitter dan facebook adalah orang dewasa, karena banyak juga anak-anak dibawah umur yang melihatnya.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Rokan Hulu AKBP Pitoyo Agung Yuwono SIK Mhum, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Effendy Lupino kepada GoRiau.com, Jumat (06/05/2016).
“Kita juga harus menghormati dan menjaga perasaan keluarga korban, biarkan korban yang sudah meninggal arwahnya tenang disana. Kita imbau agar tidak lagi menyebar foto kejadian itu, yang sudah terlanjur mohon dihapus saja,” ungkap Ipda Effendy.
Menurut Lupino, himbauan ini juga berlaku bagi media baik online atau cetak, karena menurutnya sebagian masih ada yang melampirkan foto tanpa diblur terlbih dahulu.
“Aturan bagi media kan juga ada, dimana tidak boleh menampilkan gambar-gambar yang fulgar, kita berharap ke redaksi masing-masing media yang sudah memposting sebelumnya bisa diganti atau diblur terlebih dahulu,” pungkasnya.(GRC/NHO)





