PALEMBANG -newshanter.com,Siska Nopriana (23) terdakwa dalam kasus penganiayaan anaknya sendiri Bryan Aditya (4) hingga tewas, dalam sidang tuntutan Kamis (30/03/2017) di Pengadilan Negeri Palembang di tuntut 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum JPU Hendra FAbrianto SH.Terdakwa Siska warga siri angung ini hanya tertunduk pasrah mendengar tuntutan tersebut.
Menurut JPU Hendra dari Kejari Palembang, berdasarkan keterangan yang dibacakan JPU Hendra, terdakwa terbukti bersalah melakukan kekerasan terhadap anak hingga mati yang dilakukan orangtuanya sebagaimana diatur dalam pasal 76C Jo pasal 80 ayat (4) UU no. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dalam dakwaan kesatu primair.
“Atas perbuatannya tersebut Siska dituntut dengan pidana penjara 20 tahun kurungan selama terdakwa dalam masa penahanan sementara, dan menetapkan agar terdakwa berada dalam tahanan,” ujarnya dihadapan majelis hakim yang diketuai Eliwarti SH. Menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa diberikan tenggat waktu satu minggu untuk menyampaikan pledoi yang disampaikan penasehat hukumnya dari Posbakum Sejahtera Palembang.
Menurut Hendra, tuntutan kali ini cukup berat karena penganiayaan yang sampai menghilangkan nyawa.”Apalagi diketahui, setelah diperiksa oleh psikolog terdakwa Siska tidak ditemukan gangguan jiwa,” jelasnya.Berdasarkan fakta persidangan, kejadian berawal saat terdakwa mendatangi Polresta Palembang guna melaporkan KDRT yang dilakukan suaminya.
Namun setelah didesak petugas Polresta Palembang, Siska akhirnya menceritakan jika dirinya telah menganiaya anak kandungnya bernama Bryan Aditya (4) hingga tewas.Mendengar pengakuan tersebut, petugas langsung pergi ke rumah kontrakan (TKP) terdakwa dan menemukan korban sudah terbaring di atas kasur dalam posisi menyamping dan tidak bernyawa lagi.
Setelah diperiksa, pada tubuh korban terdapat luka lebam, luka gigitan, dan luka cubitan yang belakangan diketahui dilakukan oleh terdakwa.
Sementara itu pada sidang sebelumnya, mendengarkan keterangan terdakwa, Siska mengaku telah menganiaya anaknya hinngga tewas, ia menganiaya karena kesal anaknya menanggis terus. Siska suaka juga mengaku sering bertengkar dengan suaminya, bahkan ketika bertengkar suaminya pernah memukulnya.(01)





