Home / breaking / PELATIHAN TENTANG KARANG GIGI DAN AKIBATNYA PADA KADER POSYANDU BUKIT INDAH KEL. BUKIT LAMA KEC. IB I PALEMBANG
Mujiyati, SE, M.Si. Dosen Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Kesehatan Gigi.

PELATIHAN TENTANG KARANG GIGI DAN AKIBATNYA PADA KADER POSYANDU BUKIT INDAH KEL. BUKIT LAMA KEC. IB I PALEMBANG

● PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

 

Penulis : Mujiyati, SE, M.Si

Dosen Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Kesehatan Gigi

 

Analisis Situasi

Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluaraga (PKK) adalah gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah yang pengelolaannya dari, oleh, dan untuk masyarakat menuju terwujudnya keluarga yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesejahteraan dan keadilan gender seta kesadaran hukum dan lingkungan.

Tim penggerak PKK adalah mitra kerja pemerintah dan orgnisasi kemasyarakatan, yang berfungsi sebagai fasilitator, perencanaan, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing-masing jenjang sebagai untuk terlaksananya program PKK. Anggota TIM PKK  adalah warga baik itu laki-laki maupun perempuan, perorangan, bersifat sukarela, tidak mewakili organisasi, golongan partai politik, lembaga, atau instansi, dan berfungsi sebagai perencana, pelaksana pengendali Gerakan PKK. Tim PKK ini bisa disebut sebagai Kader.

Komunikasi kesehatan masyarakat saat ini sudah mengalami perubahan yang sangat pesat dan mendasar dari strategi yang bersifat partial. Komunikasi kesehatan telah bergeser kepada strategi komprehensif berdasarkan hasil studi empiris. Komunikasi kesehatan saat ini juga telah memanfaatkan teknologi baru yang dimodifikasi dengan komunikasi pembangunan. Tujuan Pokok dari program komunikasi kesehatan adalah perubahan perilaku kesehatan dalam rangka meningkatkan derajad kesehatan.

Data karies yang diperoleh dari Dinkes Kota Palembang, sampai dengan maret  tahun 2013, penyakit karies gigi yang mengenai sampai jaringan periapikal masih masuk dalam 10 penyakit terbesar di Kota Palembang. Data karies gigi perbulan jenis kelamin laki-laki sebanyak 2576 orang, perempuan 4036., Total penderita karies perbulan 6612 orang.

Berdasarkan Rencana Induk Penelitian Jurusan Keperawatan Gigi dengan pengukuran resiko karies pada anak sekolah dasar di Kota Palembang selama 3 tahun berturut diketehui resiko karies anak sebesar 65% termasuk kategori tinggi dengan DMF-T 1,2 ( 1-2 gigi yang mengalami karies).

Dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan pengkaderan pada1 (satu) orang dan dari kader pilihan ini, memilih 20 warga untuk dijadikan penyambung informasi. Kader yang berasal dari Kelurahan Ilir Barat I Palembang ini, akan diberi pendidikan mengenai promosi kesehatan gigi dan mulut, dan selanjutnya kader akan menstransfer pengetahuan tersebut kepada 20 anggotanya yang berdomisisli di RT 53 RW 16 Kelurahan Ilir Barat I Palembang.

Permasalahan Mitra

Masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut. Masih diperlukan kader kesehatan gigi dan mulut yang unggul serta berperan sebagai ujung tombak dalam upaya promosi kesehatan gigi dan mulut di RT 53 RW 16 Kelurahan Ilir Barat I Palembang. Masih diperlukannya penguatan masyarakat (empowering community) guna pencapaian masyarakat yang sadar akan kesehatan gigi dan mulut.

Solusi dan Target Luaran

Tahapan perubahan perilaku sosial yang berhubungan dengan kesehatan yaitu :

  1. Coqnitive change yaitu perubahan pengetahuan (dan sikap) masyarakat tentang kesehatan. Misal : Kampanye tentang cara menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini, gigi tidak mudah berlubang atau cara menyikat gigi dengan baik dan benar agar terhindar dari penumpukan sisa makanan.
  2. Action change yaitu perubahan dan pelaksanaan untuk mendapatkan sebanyak mungkin orang yang melakukan. Misal menurunnya angka karies di puskesmas
  3. Behavior change yaitu perubahan dalam perilaku atau kebiasaan dengan berusaha mengurangi atau mendorong seseorang merubah aspek perilakunya. Misal : Membantu memberikan pemahaman bagaimana cara menjaga kesehatan gigi dan mulutnya dengan mengontrol keadaan gigi nya setiap 6 bulan sekali ke puskesmas, dokter gigi atau perawat gigi.
  4. Values change yaitu merubah nilai sosial masyarakat dengan merubah kepercayaan lebih mendalam. Misal : Menggosok gigi yang penting 2x sehari, tanpa harus melihat waktu yang pas untuk menggosok gigi.

 

Prasayarat Promosi Kesehatan :

  1. Mulai dengan mengerti dan memahami apa yang dibutuhkan masyarakat dan menginginkan oleh klien (produknya jelas)
  2. Lakukan riset lapangan tentang khalayak sasaran, produk-produk dan pesan-pesan yang ada untuk membuat rancangan kampanye yang tepat.
  3. Lakukan segmentase khalayak sasaran dan mengembangkan strategi yang berbeda untuk segmen yang berbeda
  4. Lakukan advokasi internal dan ekternal untuk memperoleh dukungan kebijakan, kesamaan persepsi, dan menghilangkan resistensi
  5. Kembangkan pesan-pesan yang sederhana, tidak kontradiktif, menarik, dapat ditindaklanjuti dan diulang-ulang.
  6. Lakukan pre-test terhadap materi kampanye dan post tes pasca kampanye, serta evaluasi formatif pertengahan masa kapanye dan evaluasi summatif pada akhir kampanye.
  7. Memperhatikan unsur-unsur lain dari dari marketing mix di luar komunikasi, terutama dengan mengurangi price dan memperhatikan place.
  8. Memperkuat komunikasi melalui media massa dengan komunikasi tatap muka untuk terwujudnya perubahan perilaku yang diinginkan.
  9. Membangun jejaring pendukung dan menggerakkan masyarakat sebagai mitra kerja.

 

Materi Promosi Kesehatan (penyuluhan) tantang kesehatan gigi dan mulut yang dipersiapkan untuk calon kader :

  1. Proses terjadinya karies
  2. Makanan yang menyehatkan dan makanan yang merusak gigi
  3. Cara menyikat gigi yang baik dan benar

Kader nantinya akan menerima materi ini, setelah  kader mempunyai pemahaman mengenai ilmu kesehatan gigi dan mulut ini, maka kader akan menyampaikan ke warga, dengan harapan akan ada perubahan  tingkah laku pada warga. Evaluasi hasil pelatihan kader akan melahirkan pengetahuan kepada kader, dengan harapan nantinya akan menurunkan tingkat karies yang tinggi selama ini.

 

Target  dan  Luaran

Memberikan informasi kepada user sebagai dasar perencanaan penanggulangan karies di masa mendatang untuk mencapai zero karies dengan waktu:

  1. Jangka pendek
  2. Dengan terlasanakan pelatihan kader dengan harapan warga RT 53 Rw 16 Kelurahan (Kel.) Bukit Lama Kecamatan (Kec.) Ilir Barat (IB) I terhindar dari karies atau bebas karies.
  3. Jangka panjang
  4. Melaksanakan pelatihan kader lebih intensif kepada kader-kader yang ada di Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat. Dengan pelatihan kader, Kesehatan Gigi dan Mulut, dapat menurunkan indeks karies tahun 2030. Luaran yang dihasilkan adalah membuat artikel mengenai pelatihan kader kesehatan gigi dan mulut, dengan materi proses terjadinya karies, cara menyikat gigi yang baik dan benar, dan memilih makanan yang menyehatkan dan merusak gigi, serta di publikasikan.

 

Metode Pelaksanaan

  1. Manajemen Calon Kader dengan memilih1 (satu) orang calon kader di RT terpilih.
  2. Memberikan pesan terarah atau pengertian tentang pengetahuan kesehatan gigi dan mulut.
  3. Menyiapkan poster tentang pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta model gigi agar lebih mudah menjelaskan kepada calon kader bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar
  4. Menyiapkan quesioner yang akan dibagikan sebelum dilakukan promkes.
  5. Menjaga komunikasi antara tim pengabmas dengan calon kader agar pengabmas dapat berjalan lancar.
  6. Pemantauan dan evaluasi dalam rangka penyempurnaan kerja pengabmas agar mendapat hasil baik.
  7. Mengharapkan perubahan kognitif, dan perilaku mengenai kesehatan gigi dan mulut.

 

Manfaat Pengabdian Kepada Masyarakat

Bagi masyarakat

  1. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi dan mulut terpenuhi.
  2. Usaha promosi kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan secara efisien, efektif, dan bertanggung jawab.
  3. Perilaku hidup bersih dan sehat mempunyai value di masyarakat
  4. Membangun keluarga sehat dengan kebersihan gigi dan mulut yang optimal.

Bagi Posyandu Terpilih :

  1. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi dan mulut terpenuhi
  2. Usaha Promosi Kesehatan Gigi dan Mulut dapat dilakukan secara efisien, efektif, dan bertanggung jawab.
  3. Membangun keluarga sehat dengan kebersihan gigi dan mulut yang optimal

 

Pengabdian masyarakat merupakan syarat mutlak bagi dosen untuk memenuhi tugas dosen dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,  yang meliputi Proses Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Ketiga ini harus selaras dilaksanakan agar tercapai  Kinerja Dosen

Terimakasih

 

About Syarif Umar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Kapolsek Bunut Dampingi Camat Dalam Kegiatan Pencegahan Karhutla

PELALAWAN, NEWSHANTER.COM- Kapolsek Bunut AKP Daniel Selamat Nainggolan S.IP Dampingi Camat Bunut ...