Payakumbuh Pelajar SD Tewas Berkelahi di Pukul Teman Sekelas

pelajar 50Limapuluh Kota. Newshanter.com. Dinas pendidikan Limapuluh Kota gempar. Saat jam belajar pelajar kelas V sekolah dasar di duga berkelahi dengan teman satu lokal.Akibat kejadian itu Rivo Nofitra (12) warga Padang Jariang meninggal dunia. Korban yang telah lama ditinggal sang ayah ini (Ayah dan Ibu bercerai) menderita luka di kepala. Di duga akibat pukulan benda keras berkelahi dengan teman satu kelasnya berinisial A (14)

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Newshanters.com di Rumah Sakit dr. Adnaan WD Payakumbuh, korban yang masih menggenakan seragam sekolah SD tersebut tengah belajar di sekolahnya. Senin (12/10) sekitar pukul 10.00 Wib sang guru Helhaberta yang tengah mengajar, kehabisan tinta spidol, ia berniat hendak mengisi tinta spidol yang dipergunakan untuk mengajar.

Untuk sementara waktu, sang guru meninggalkan anak-anaknya diruangan kelas sekitar 5 menit. Namun saat kembali, korban didapati tengah menangis, saat ditanya sang guru, korban mengatakan ia dipukul oleh salah seorang temannya berinisal A(14). Rivo selanjutnya dibawa ke ruangan UKS, saat berada diruangan UKS, anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut sempat muntah dan kejang-kejang, karena kondisi semakin parah, Rivo selanjutnya dilarikan pihak sekolah ke rumah sakit dr. Adnaan WD Payakumbuh.

Sementara itu menurut keterangan Ofti Darwan, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Situjuah Limo Nagari di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh Senin (12/10/2015) sore kepada Newshanter.com. Dari Informasi yang dari dari guru-guru disekolah tersebut, usai jam istirahat, korban dan murid-murid lainnya kembali masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan pelajaran. Sang guru, harus meninggalkan siswa saat akan mengisi tinta spidol.

” saat kembali kedalam kelas didapati korban menangis, ia mengakui dipukul sang teman”. Sebut, Ofti Darwan, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Situjuah Limo Nagari di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh Senin (12/10) sore.

Korban Rivo diketahui masuk ke Rumah Sakit dr. Adnaan WD Payakumbuh sekitar pukul 11.19 Wib, setelah menjalani perawatan sekitar dua jam, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Sejumlah rekan korban, pihak keluarga, guru dan dari Dinas Pendidikan terlihat ikut hadir di Rumah Sakit.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Radimas yang dihubungi wartawan mengaku ikut prihatin terhadap kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut. Ia juga membenarkan terjadinya perkelahian. “ Saya ikut prihatin atas kejadian tersebut. Dan memang korban dipukul dikepala bagian belakang”. Sebutnya.

Namun, ketika wartawan hendak meminta keterangan medis atas kondisi korban, sejumlah petugas medis tidak mau memberikan keterangan. “ Itu petugas pagi pak”. Sebutnya.

Ditempat terpisah, Kapolres Payakumbuh, AKBP. Yuliani membenarkan adanya peristiwa perkelahian antara siswa sekolah dasar, dan mengakibatkan salah seorangnya meninggal dunia. Namun pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. “ Memang benar ada perkelahian siswa SD, namun penyebab kematian korban masih kita dalami” sebut Kapolres Singkat kepada wartawan.Jasad korban selanjutnya dibawa kerumah duka menggunakan ambulance rumah sakit setempat.(Zal)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *