Pasca-Penembakan Sukhoi, Turki Gelar Operasi Udara Terbesar

Foto Tass

ANKARA –Newhanter.com,- Pasca ditembak jatuhnya pesawat Sukhoi Su-24 milik Rusia di perbatasan antara Turki dan Suriah, atmosfer di Turki kian memanas.

Staf Umum Pemerintahan Turki menyatakan 18 jet tempur F-16 sudah diterbangkan sejak Rabu, 25 November 2015. Menurutnya, ini adalah salah satu patroli udara terbesar yang pernah dikerahkan negaranya.

Bacaan Lainnya

Dilaporkan Middle East Monitor, Kamis (26/11/2015), Turki juga meningkatkan pertahanan wilayahnya dengan mengirimkan bala bantuan berupa tank dan kendaraan lapis baja ke perbatasan Suriah.

Sumber militer mengatakan langkah-langkah keamanan yang ketat sedang ditegakkan. Sayangnya, mereka menolak mengumbar informasi mengenai daerah perbatasan mana saja yang sudah dipatroli.

Sementara, kantor berita Anadolu, dikutip dari TASS, mewartakan setelah pesawat bomber Rusia Sukhoi Su-24 dijatuhkan, militer Turki segera dikomandokan untuk mendistribusi 20 tank ke Provinsi Hatay yang berbatasan dengan Suriah di bagian barat negeri kebab tersebut.

Terkait insiden penembakan Sukhoi Rusia, Pemerintah Turki bersikeras mengatakan bahwa angkatan bersenjatanya sudah melakukan penembakan sesuai standard dan mengirim 10 kali peringatan. Ketika peringatan demi peringatan diabaikan, barulah dua jet tempur F-16 Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia.

Di lain tempat, kopilot Rusia yang selamat membantah bahwa Angkatan Udara Turki telah mengeluarkan peringatan. Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, tindakan Turki seperti “tusukan dari belakang”. Putin pun semakin yakin bahwa Erdogan telah bersekutu dengan ISIS dan penembakan itu adalah upaya Turki melindungi tangki-tangki minyak ISIS.

Sebelumnya, ketika pejuang Rusia melanggar wilayah udara Turki, Moskow meminta maaf dan mengatakan bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi. Erdogan pun memperingatkan dirinya takkan segan menembak jatuh pesawat Rusia jika sekali lagi melanggar wilayahnya.(OKZ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *