Pagawai Rumah Sakit Sungai LIlim di Hipnotis, Rp 1,9 Juta Melayang

PALEMBANG – Newshanter.com,-Melisa Mayasari (25), Pegawai Negri Sipil (PNS) yang bertugas di rumah sakit di Sungai Lilin, Musibanyasin (MUBA) mendatangi Sentara Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polresta Palembang.

Ia mengaku, sudah menjadi korban hipnotis, Senin (21/09/2015) sekitar pukul 10.00 WIB, saat dirinya sedang menunggu angkutan umum dikawasan KM 12, Palembang tepatnya didepan Pom Bensin.

“Saat kejadian saya hendak pulang ke rumah pak, saat itu saya sedang menunggu bus kota. Lalu ada dua pelaku datang. Ia menyebutkan namanya Redi Chadra. Kemudian menepuk bahu sebelah kanan saya,” katanya kepada petugas.

Setelah itu, sambung Melisa, dirinya mengaku sudah tak ingat apa-apa. Melihat kondisi itu, salah satu pelaku kemudian melakukan modusnya dengan cara meminta tolong untuk menjualkan emas yang dibawanya.

“Awalnya dia itu meminta tolong untuk ditemani menjual emas 3 suku yang dibawanya karena dia mengaku sedang dikejar-kejar keluarganya, karena sudah membunuh bapak tirinya. Saya tidak tega, makanya saya pun membeli emasnya,” ungkapnya.

Namun, karena uang yang dibawa korban saat itu hanya Rp 400 ribu, jadi korban pun kembali diarahkan pelaku ke Atm BRI di Pom bensin tersebut.

“Setelah uang Rp 1,5 juta saya tarik dari ATM, Saya pun memberikan kepadanya. Saat itu kami pun langsung berpisah. Saya baru sadar saat emas itu hendak saya jual kepada teman, tetapi teman menolak karena emas itu palsu,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian Rp 1,9 juta.

“Saya sih niatnya cuma membantu, tapi malah jadi begini. Saya berharap laporan ini segera ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruli Pardede SIk melalui Ka SPKT, Aiptu Fajar mengatakan, keterangan korban sudah diambil pihaknya, guna penyelidikan lebih lanjut.

“Laporan sudah kita terima dengan No : Lp/B-2078/IX/Sumsel/Resta, laporan itu segera kita tindaklanjuti dan lakukan penyelidikan,” singkatnya. (SD/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *