Banyuasin,newshanter.com – Berdirinya pabrik kelapa sawit (CPO) di Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, kini mulai dirasakan masyarakat dampak pencemaran lingkungan.
Seperti asap yang dibuang dari cerobong pabrik milik PT KAM tersebut menimbulkan aroma tak sedap ke pemukiman warga
Tercemarnya udara ini, tentu membuat warga khawatir akan mengancam keselamatan jiwa sebab udara yang dihirup tak sehat, bisa terkena penyakit sesak napas.
Juga, warga mengeluhkan limbah pabrik yang dialirkan ke sungai, dampaknya mengancam ekosistem yang ada di sungai.
Seperti diungkapkan Zaidit Sarjono warga setempat kepada wartawan, Rabu (20/1/2021) bahwa sejak berdirinya pabrik sawit tersebut, kepulan asap cemari udara dampaknya lingkungan warga tidak sehat.
Adanya pencemaran lingkungan ini membuat masyarakat yang tinggal di Lubuk Lancang dan sekitarnya tidak nyaman.
“Pabrik PT KAM tidak memperhatikan dampak lingkungan. Akibatnya udara timbul bau tak sedap, pembukaan lahan pabrik merusak karet warga, tanah longsor, pohon jadi tumbang,”katanya.
Zaidit juga mempersoalkan limbah pabrik yang dialirkan melalui pipa ke sungai Desa Lubuk Lancang, Biyuku dan Tanjung Laut. Dan pengaruh ikan-ikan mati, objek lelang sungai akan hilang.
“Kita minta dinas lingkungan hidup turun ke lapangan untuk menindaklanjuti dampak tercemarnya lingkungan yang sangat meresahkan masyarakat,”tegasnya.
Munculnya permasalahan tersebut, pihaknya mempersoalkan izin pabrik yang diterbitkan oleh instansi terkait. Alasannya kawasan pabrik sangat dekat dengan pemukiman penduduk.
“Buat apa tenaga kerja, orang Suak Tapeh pun yang bekerja disitu hanya 20 persen, sedangkan dampak lingkungan tidak diperhatikan dan membahayakan masyarakat,”katanya.
Ketika dikonfirmasi Kepala DLH Banyuasin Izromaita mengatakan adanya keluhan masyarakat terkait pencemaran lingkungan, pihaknya segera turun kelapangan.
“Kami akan chek ke lapangan,”tegasnya.
Sayangnya Humas PT.KAM Giman Pasaribu belum bisa menjelaskan terkait hal itu. “Iya, nanti aja, kita jelaskan,” pungkasnya. (bd)





