Museum Negeri Sumsel Gelar Pameran Nasional Senjata Tradisional, Ini Pesan Moril Yang Disampaikan 

Palembang, newshanter.com – Pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel H Mawardi Yahya dengan didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) provinsi Sumsel Dr H Aufa Syahrizal menghadiri serta meresmikan kegiatan pembukaan pameran nasional senjata tradisional Nusantara tahun 2023.

Dimana kegiatan ini sendiri mengambil tema “Dinamika senjata kearifan lokal sebagai perisai jati diri bangsa” yang dipusatkan di Halaman Museum Negeri Sumsel yang beralamatkan di Jalan Srijaya RT 13 RW 04 No.288 Kelurahan Srijaya Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang, Selasa (25/7/2023).

Wagub Sumsel H Mawardi Yahya didalam kata sambutannya mengatakan alhamdulillah pada hari ini dihadiri dari 25 museum se Indonesia, termasuk dari provinsi luar biasa datang kesini, coba bayangkan ini sangat luar biasa semangatnya untuk hadir didalam acara ini.

Banyak dari provinsi-provinsi lain yang hadir, oleh sebab itu tidak ada kata yang pas, khususnya kami atas nama pemprov Sumsel mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

“Bahwa kami telah dipercaya menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan ini yaitu di provinsi Sumsel, dan Gubernur Sumsel H Herman Deru mengucapkan permohonan maaf tidak bisa hadir disini,” ujarnya.

Kemudian, ada terbersit seolah-olah pemerintah pusat tidak memberikan peluang untuk bagaimana yaitu dalam memberdayakan yaitu dalam pameran ataupun dalam kegiatan mempertahankan budaya.

Saya kira memang ini adalah bukan hanya sekedar tanggung jawab setiap daerah itu sudah pasti, tapi paling tidak pemerintah pusat akan mendahului, bahwa ini adalah merupakan yaitu yang harus menjadi kebijakan nasional.

“Apabila ini menjadi kebijakan nasional, tentunya yang selalu dilakukan kegiatan-kegiatannya yaitu aktifitas pariwisata saya kira insya Allah seluruh daerah pasti siap, tapi harus didahului oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Meseum Indonesia yang diwakili oleh Bendahara Umum Asosiasi Museum Indonesia, Waluyono mengatakan dimana kita baru punya 3 Undang-undang, yakni Undang-undang Kemajuan Kebudayaan, Undang-Undang tentang cagar budaya dan satu lagi adalah Peraturan Pemerintah (PP) tentang permuseuman.

Tapi Undang-Undang yang melindungi museum itu belum muncul, seperti kita ketahui bahwa museum adalah rumah peradaban orang Indonesia, rumah yang bisa bercerita tentang story wilayah perjalanan bangsa ini.

“Tumbuh kembang museum dari tahun ke tahun museum ini sangat menggembirakan, baik oleh pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, maupun oleh rival, yakni museum-museum swasta,” katanya.

Masih dilanjutkannya, total di Indonesia berdasarkan catatan dari Asosiasi Meseum Indonesia 548 museum yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Dimana kurang lebih hampir 30 Meseum di oleh kepolisian, Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut, dimana ini jumlah angka yang cukup besar.

Beberapa tahun yang lalu kegiatan pameran-pameran Nusantara ini memiliki APBN yang cukup representatif. Tapi setelah perkembangan dari organisasi, perkembangan politik, perkembangan mindset, dan lain sebagainya, kondisi museum belakangan ini sungguh memprihatinkan.

“Dimana pameran ini bisa menggugah para generasi yang akan datang, bahwa alat senjata tradisional ini memiliki nilai dan pernah menjadi senjata yang berguna di masa lalu. Museum merupakan peradaban orang Indonesia yang menceritakan perjalanan kehidupan,” ucapnya.

Begitu juga disampaikan Kepala Disbudpar Sumsel Dr H Aufa Syahrizal, dimana sebanyak 287 senjata tradisional nusantara yang dikoleksi oleh 25 museum di Tanah Air dipamerkan di Museum Negeri Sumsel. Untuk pameran ini merupakan agenda rutin yang digelar secara bergantian di museum-museum yang ada di Indonesia.

“Tahun ini, Sumsel menjadi tuan rumah pameran senjata tradisional nusantara. Ini agenda tahunan, dimana tahun lalu digelar di Medan. Peserta pameran ini diikuti 25 museum ditambah koleksi senjata dari Kodam II Sriwijaya,” imbuhnya.

Masih disampaikannya, selain itu juga ada senjata tradisional dari 20 komunitas, dan pameran ini juga diselenggarakan untuk melakukan pembinaan pada komunitas dan UMKM untuk bekerjasama dengan museum dalam rangka melindungi, mengembangkan dan melestarikan benda benda budaya yang ada di Museum Negeri Sumsel.

“Dimana saya menyebutkan kegiatan ini berskala nasional dan merupakan suatu gagasan dari kepala museum se-Indonesia yang setiap tahun akan bergantian. Jadi dengan pameran seperti ini membuktikan bahwa museum itu bukan tempat penyimpanan barang rongsokan,” tutupnya.(ton)

Pos terkait