Home / Aceh / Mursil Optimis Udang Pandame Komoditi Yang Menjanjikan

Mursil Optimis Udang Pandame Komoditi Yang Menjanjikan

Aceh Tamiang
NewsHanter.com
Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn optimis era kejayaan udang bangkit kembali. Hal ini disampaikannya ketika meninjau areal pengembangan klaster Udang Vaname, Sabtu (11/9/21) siang di Kampung Dagang Setia, Manyak Payed.

“Pada tahun ’80-an, kita (Aceh Tamiang -red) pernah mengalami kejayaan sebagai penghasil Udang,” sebut Bupati.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Disebutkan, bahwa klaster budidaya udang vaname yang dibangun di Aceh Tamiang ini termasuk kategori terbesar di Indonesia, dengan kapasitas dua juta ekor. Direncanakan, klaster ini selesai dikerjakan Oktober 2021 dan langsung difungsikan sebulan kemudian.

Di sela-sela peninjauan pengerjaan lahan klaster, Bupati yang turut didampingi Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan, Safuan, dan Kabid Budidaya Perikanan TM. Shaleh, melanjutkan, era kejayaan tersebut kemudian perlahan hilang akibat angka produksi yang terus menurun.

“Udang kita cukup terkenal, dulu kita pemasok terbesar, tapi belakangan berkurang drastis,” timpalnya.

Hal inilah yang membuat Pemkab serius menyikapi program pengembangan klaster udang vaname. Keberadaan klaster tersebut diyakini akan mengembalikan kejayaan udang Aceh Tamiang yang pernah melambung di era 1980-an.

“Melalui Program Klaster Budidaya Udang Vannamei Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, kejayaan Aceh Tamiang sebagai penghasilan Udang akan kembali kita wujudkan,” ungkap Bupati Mursil optimis.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mursil menepis keraguan masyarakat mengembangkan udang karena tidak memiliki pasar yang jelas. Justru kata dia, udang merupakan komoditi yang paling diminati Eropa dan Amerika.

“Udang ini merupakan produk ekspor, dia tidak memiliki pasar jenuh. Amerika dan Eropa merupakan sasaran kita,” tegas Mursil.

Kadis Pangan, Kelautan dan Perikanan (PKP) Aceh Tamiang, Safuan menambahkan, pemilihan Dagang Setia sebagai pusat pengembangan klaster sudah melalui survey. Daerah ini diketahui tidak pernah banjir walau berada di dekat sungai besar dan akses menuju lokasi mudah dijangkau karena sebagian besar jalan sudah diaspal.

“Sungai besar di sini tidak terkoneksi dari hulu, makanya tidak banjir. Atas pertimbangan itulah maka kemudian kami memilih Dagangsetia sebagai pusat percontohan,” kata Safuan.

Sementara itu, Syarifuddin, penanggungjawab kegiatan klaster ini menjelaskan pembangunan ini sudah dimulai sejak Agustus 2021 dan diperkirakan pertengahan bulan depan sudah selesai. Dia menjelaskan 11 kolam tambak yang sedang dibangun akan berfungsi sebagai tambak produksi sebanyak delapan tambak dan sisanya sebagai kolam tandon.

“Pertengahan Oktober ini sudah selesai dan sebulan berikutnya sudah bisa difungsikan,” kata Syarifuddin, pada Minggu (12/9/2021).

Syafaruddin menyebut kapasitas tambak ini mampu menampung 2 juta bibit udang yang akan diterima pada November mendatang.
(JAZ007SH)

About Jaz NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Babinsa Koramil 02 /Karang Baru Kawal Vaksinasi Door to Door

Aceh Tamiang NewsHanter.com Pemerintah saat ini telah menggencarkan upaya vaksinasi bagi masyarakat ...