Surabaya -Newshanter.com Usaha polisi melakukan pengejaran terhadap muncikari model panas AS membuahkan hasil. Kedua muncikari, YY dan BS, akhirnya dapat diamankan.”Diamankan siang tadi,” ujar Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Manang Soebeti kepada wartawan, Rabu (09/9/2015).
Manang mengatakan, YY dan BS ditangkap di Jakarta. Namun Manang enggan mengatakan lebih detil ditangkap di lokasi mana kedua tersangka. Manang juga belum bisa mengatakan lebih banyak lagi karena kedua tersangka masih dalam perjalanan menuju Surabaya.
“Belum datang, masih perjalanan,” lanjut Manang. Untuk keterangan lebih detil, kata Manang, masih menunggu pemeriksaan kedua tersangka. Kedua muncikari ini terkait kasus yang melibatkan model panas AS telah tertangkap. Kepala polisi mereka membeberkan semua perbuatannya selama ini, termasuk mencarikan AS pria hidung belang yang mengordernya.
Awalnya polisi menyebut kedua tersangka dengan inisial YY dan BS. Ternyata inisial itu adalah nama lain atau alias. Inisial mereka sebenarnya adalah AT dan AS.
SEmentars itu Dari peneluruan detikcom, AT adalah Alfania Tiar Sasila (23), warga Purwokerto dan AS adalah Alen Saputra (25), warga Palembang. Mereka berdua adalah mahasiswa yang masih aktif berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.
“Mereka memang sengaja kabur setelah AS diamankan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete kepada wartawan, Kamis (10/9/2015).Kedua tersangka, kata Takdir, diamankan di salah satu hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dan mereka berdua mengaku bahwa mereka adalah orang yang menawarkan AS ke para pria hidung belang.
“Komunikasi mereka dilakukan melalui BBM dengan membuat grup bernama Princess. Kedua orang itu adalah admin atau pemegang kuncinya,” ujar Takdir.
Setelah AS tertangkap kata Takdir, grup tersebut dibubarkan kedua tersangka. Sebagai gantinya, mereka membuat grup baru dengan nama Angels. Grup itu, lanjut Takdir, hanya berganti nama saja. Anggota grup tetaplah sama seperti anggota grup Princess.
“Kami menemukan banyak perempuan yang menjadi anak buah kedua tersangka atau anggota grup tersebut di ponsel mereka,” tandas Takdir.(DTC)
