Home / HuKrim / Minta Keadilan Karena Dipukul Oknum Polisi

Minta Keadilan Karena Dipukul Oknum Polisi

Palembang, Newshanter.com — Wibowo Lukito (33) warga Jalan Jenderal Sudirman, No 4444, Kecamatan Ilir Barat I yang jadi korban arogansi oknum anggota Satlantas Polresta Palembang pada Senin 16 April 2018 lalu meminta kepada pimpinan Polri khususnya Polda Sumsel untuk menindak tegas anak buahnya.

Dirinya juga meminta agar proses laporan yang telah dibuat nya laporan pidana umum Polresta Palembang segera ditindaklanjuti dengan seadil-adilnya.

Mengingat apa yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota Satlantas Polresta Palembang kepada dirinya pada Senin 16 April 2018 lalu dikawasan Simpang Lima DPRD Sumsel itu selain menimbulkan bekas luka dibagian pantat nya juga membuat dirinya trauma akibat perlakuan kasar oleh oknum anggota Polisi Satlantas Polresta Palembang.

Diceritakan Wibowo tindakan penganiayaan yang ia alami bermula pada Senin 16 April 2018 sekitar pukul 14 : 30 WIB. Saat itu dia dan dua orang temannya mengendarai mobil Honda Fred BG 1629 ZR melaju dari Jalan Kapten A Rivai hendak menuju ke arah Charitas.

“Pas tiba dilampu merah simpang lima DPRD Sumsel, mobil saya distopi oleh anggota Satlantas dengan alasan saya telah melanggar rambu lalu lintas,”katanya.

Setelah itu, lanjutnya, anggota Satlantas tersebut minta dirinya untuk menunjukkan SIM dan STNK kendaraan semuanya lengkap diberikan kepada anggota Satlantas saat itu.

“Setelah menunjukkan surat surat kendaraan dan SIM saya disuruh oleh anggota untuk ke Pos dan saya pun mengikutinya. Setelah di Pos itu teman dari anggota menulis surat tilang dan berkata tanggal 27 April sidang tilang nya,”tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Wibowo saat itu dia minta kepada anggota waktu itu bisa tidak kalau tanggal 27 April itu diundur sidang tilang nya karena ia ada pekerjaan ditanggal 27 April tersebut tapi anggota tidak menjawabnya.

“Saat itu anggota disana ada yang ngomong kamu mau dibantu apa tidak tilang kamu ini 500 ribu kalau kamu bayar lima ratus ribu kamu tidak ditilang. Saya menjawab silahkan ditilang saja pak. Dan salah satu anggota disana waktu itu ada yang ngomong masak tidak ada duit lima ratus ribu, mobil kamu bagus dan bawak cewek pula,”bebernya.

Mendengar hal itu, Wibowo mengeluarkan hp nya hendak merekam, namun dilihat oleh satu satu anggota Satlantas, saat itu juga dia lalu dicekik, ditendang hp milik nya pun dirampas untuk menghapus rekaman.

“Setelah saya dicekik dan ditendang hp saya lalu dikembalikan sedangkan teman Polisi yang waktu itu tetap memberikan surat tilang kepada saya,”jelasnya.

Setelah ditendang Wibowo pun sempat bercerita dengan orang lain yang saat itu juga kena tilang. Wibowo pun merekam kembali menggunakan hp nya lagi – lagi anggota yang melihat nya merekam kembali menendang dan meninju muka Wibowo hingga terguling lalu diinjak oleh anggota yang ada disana.

“Waktu disana banyak masyarakat yang melihat saya digebuki, bahkan mereka siap jadi saksi. Untuk video rekaman sudah tidak ada lagi karena hp saya sudah diambil dan video nya sudah hapus oleh mereka,”tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menyatakan sesuai dengan program Kapolri tidak boleh lagi ada anggota Kepolisian yang bertindak arogan kepada siapapun.

Jika memang masih terjadi ada oknum anggota Kepolisian yang bertindak arogan maka pimpinan akan memberikan tindakan tegas terhadap oknum tersebut baik disiplin ataupun pidana.

“Nah terkait dengan yang dilakukan oleh oknum Satlantas Polresta Palembang saya akan mengecek terlebih dahulu laporan yang telah dilaporkan korban. Jika tidak ditindak lanjuti silahkan laporkan ke Propam Polda Sumsel,”katanya.

Menurutnya, jika korban memang melakukan pelanggaran Lalu lintas silahkan ditindak saja jangan dilakukan dengan sikap arogansi. Kepolisian Polda Sumsel mengapresiasi para korban arogansi kepolisian yang berani melaporkan tindakan arogansi oknum anggota Polisi.

“Apalagi korban nya sampai mengalami luka – luka silahkan visum dulu baru buat laporan sukur sukur ada jika korban ada saksi dan bukti supaya tidak timbul fitnah,”tambahnya.

Jika memang terbukti oknum yang dimaksud, Kepolisian akan memberikan hukuman baik disiplin ataupun dicopot jabatan nya.

“Kalau korban melaporkan oknum anggota yang arogansi tersebut ke pidana umum bisa saja tetapi akan dilihat dulu tingkatan kesalahan apakah disiplin atau pidana. Karena bagaimana pun polisi tidak boleh melakukan tindakan mengambil hak orang,”pungkasnya.(DS)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

BKSAP DPR RI Lakukan Kunjungan Tatap Muka Dengan Pemkab Banyuasin

Palembang, newshanter.com – BKSAP DPR RI melakukan kunjungan tatap muka dengan Pemkab ...